Main Menu

Kecelakaan Musim Mudik Lebaran 2018 di Banyumas Turun Drastis

G.A Guritno
23-06-2018 08:45

Lalu lintas di Jalur Tengah antara Banyumas-Brebes di Ajibarang padat selama arus mudik dan balik 2018. (Dok. Tagana Banyumas/re1)

Banyumas, Gatra.com – Angka kecelakaan selama masa arus mudik dan balik lebaran 2018, menurun dibandingkan dengan arus mudik dan balik lebaran tahun 2017 lalu.

 

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Banyumas, AKP Finan S Radipta mengatakan hingga Jumat (22/6), jumlah kecelakaan di Banyumas hanya 10 kejadian. Dari jumlah itu, dua orang meninggal dunia.

Kata dia, pada periode yang sama di arus mudik dan balik lebaran 2017, terdapat 32 kecelakaan dengan jumlah korban jiwa yang sama, yakni dua orang meninggal dunia.

Namun, dia menjelaskan, dua orang yang meninggal dunia pada masa mudik dan balik 2018 itu bukan lah pemudik yang melintas di Banyumas. Dua korban jiwa adalah warga lokal yang mengalami kecelakaan pada masa operasi Ketupat Candi 2018.

"Jadi, saat kita menangani kejadian tersebut, para pemudik hanya (luka ringan) dan ingin melanjutkan perjalanan. Jadi yang terjadi kecelakaan pada saat operasi Ketupat Candi, kebanyakan ada di jalan-jalan desa,” katanya, Jumat (22/6).

Sebab itu, ia berkesimpulan bahwa tidak ada korban jiwa dalam masa arus mudik dan balik 2018 ini.

“Dari awal operasi Ketupat Candi, ada 10 kejadian kecelakaan. Di mana yang menderita luka ringan 13 orang. Intinya kalau di kita, untuk jalur khususnya mudiknya (korban jiwa) tidak ada,” jelasnya.

Finan mengklaim, penurunan angka kecelakaan dipengaruhi oleh tata laksana arus mudik dan balik yang lebih baik. Pengaruh lainnya adalah kesigapan aparat dan kesadaraan pemudik yang lebih waspada dan hati-hati dalam perjalanan arus mudik dan balik ini.

Meski demikian, ia mengakui penurunan kecelakaan juga disebabkan adanya kemacetaan yang tinggi di jalur utama mudik. Dengan demikian, kendaraan tidak bisa melaju maksimal, kondisi ini disebut mengurangi resiko kecelakaan.

Dia mengungkapkan, pada arus balik wilayah Banyumas mengalami kemacetan panjang. Disebabkan kondisi jalan terutama jalur tengah Ajibarang-Pekuncen mengalami penyempitan, berkelok, menanjak dan bergelombang.

“Kendaraan menurunkan kecepatannya, sehingga terjadi kemacetan panjang. Selain itu, ruas jalur tengah juga memiliki tipe seperti botol. Yakni dari ruas jalan yang lebar dari berbagai penjuru namun menyempit di satu jalur yakni di jalur tengah,” ungkapnya.

Pantuan pada hari Jumat ini, pemudik yang mengarah ke pintu tol Brebes masih terpantau memadati jalur tengah dan selatan. Namun padatnya kendaraan tak sampai menyebabkan kemacetan atau hambatan lalu lintas yang berarti.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
23-06-2018 08:45