Main Menu

Asrama Pesantren Al Ikhsan Terbakar Saat Ditinggal Libur

G.A Guritno
03-07-2018 05:13

Polisi menyelidiki penyebab kebakaran asrama pesantren. (Dok. BPBD Cilacap/FT02

Cilacap

 

Kepala Seksi Trantib Wanareja, Sunarto mengatakan dari keterangan saksi-saksi di lokasi mengetahui kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Kebakaran itu pertama kali diketahui oleh Masruroh (49).

Kata dia, saat itu saksi mengira ada pekerjaan di atas masjid. Maka, saksi pun mencari asal suara. Namun, ternyata suara letupan dan ledakan-ledakan kecil itu adalah kebakaran di kamar sebelah barat sisi atas pesantren.

“Terdengar suara ledakan benda-benda dari arah asrama. Asap dan api mengepul tebal dari asrama pesantren putra,” kata Sunarto.

Mengetahui asrama pesantren terbakar, saksi kemudian berteriak dan diketahui oleh Dul Rohman dan warga lainnya. Beberapa saat kemudian, puluhan warga yang berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Mereka khawatir, kebakaran merambat ke kamar lain.

Menurut Sunato, sekitar pukul 09.15, mobil pemadam kebakaran juga tiba di lokasi. Warga dan petugas berjibaku memadamkan kebakaran agar tak menyebabkan kerugian lebih besar.

“Kita datang dengan pemadam warga sudah berusaha memadamkan api. Kerugian sekitar Rp 10 juta,” jelasnya.

Sunarto menjelaskan, saat terbakar, kamar dalam keadaan kosong. Oleh sebab itu, untuk mengetahui penyebab kebakaran, saat ini kasus kebakaran pesantren ini ditangani oleh Kepolisian Sektor Wanareja.

“Kamar tersebut menurut keterangan beberapa saksi dalam keadaan kosong. Semua santri libur sekolah dan pulang ke rumah masing-masing dan hanya ada satu santri yang tinggal di asrama,” ungkapnya.

Kebakaran juga terjadi pada Minggu malam di area hutan Pinus Petak 34F di Desa Karangendep Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terbakar, Minggu malam (1/7)

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Kusworo mengatakan kebakaran diduga disebabkan oleh putung rokok yang dibuang oleh pekerja yang membersihkan area hutan yang ditebang.

Putung rokok itu kemudian membakar ranting dan daun pinus yang kering dan meluas hingga tegakan. Api pertama kali diketahui sekitar pukul 18.00 WIB oleh warga setempat.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
03-07-2018 05:13