Main Menu

Dikira Teroris, Orang Gila Diburu Polda Jogja

Mukhlison Sri Widodo
03-07-2018 18:22

Seorang perempuan sakit jiwa ditangkap personel Kepolisian Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. (GATRA/Arief Koes/RT)

Yogyakarta, Gatra.com - Seorang perempuan dicurigai oleh personel Kepolisian Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

 

Aksi kejar-kejaran dengan perempuan yang mengemudikan mobil Jazz itu sempat terjadi hingga viral di media sosial dan disebut sebagai pengejaran teroris.

Namun perempuan itu ternyata penderita gangguan jiwa hingga akhirnya harus diperiksa polisi di Rumah Sakit Jiwa Grasia, Sleman. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DI Yogyakarta AKBP Yuliyanto membenarkan kejadian itu. Polisi memeriksa perempuan bernama Any Sulistyo, 41 tahun, warga Magokaton, Sayegan, Sleman.

“Ia pengemudi Jazz bernopol AB 1979 U yang sempat dikejar oleh jajaran karena mencurigakan. Kami pastikan yang bersangkutan adalah penderita gangguan jiwa, bukan teroris,” kata Yuliyanto, Selasa (3/7).

Yuli mengatakan, kecurigaan polisi berawal saat Any memasuki Markas Polda DI Yogyakarta dan tidak mau menunjukkan identitasnya kepada petugas jaga. Any justru memutar balik mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Polisi pun mengejar, tapi Any tidak menghentikan mobilnya dan menerobos lampu merah serta menabrak beberapa pengendara sepeda motor.

“Petugas berusaha menghentikan. Beberapa tembakan pun tidak membuat perempuan itu menghentikan laju kendaraannya. Makanya empat rodanya kempes, karena tembakan yang diarahkan untuk menghentikan mobil tersebut,” jelasnya.

Saat di Kasuran, Sayegan, Sleman, tepatnya di depan SMP Negeri 1 Sayegan, mobil Any dapat dihentikan karena dihalangi mobil patroli Polsek Sayegan.

Di mobil warna silver itu, polisi menemukan uang tunai, kartu identitas, empat telepon pintar, Al-Quran, peralatan komestik, dan surat berobat ke RS Grasia. 

“Pelaku merupakan pegawai kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak  DI Yogyakarta yang sudah tidak masuk seminggu. Jadi kami pastikan dia bukan teroris dan sekarang dirujuk ke RS Grasia,” kata Yuli.

Kabid Humas Polda juga memastikan selama proses pengejaran tidak terjadi baku tembak. Tembakan hanya berasal dari polisi sebagai tembakan peringatan.

Kejadian ini viral di media sosial saat warfmga merekam pengejaran oleh polisi dan menyebarkannya ke dunia maya. 

Lokasi akhir pengejaran Any pun menjadi pusat perhatian hingga jalan sempat ditutup.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
03-07-2018 18:22