Main Menu

Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah di Banyumas

G.A Guritno
06-07-2018 10:18

Kebakaran 5 rumah di kompleks pasar Proliman, Purwokerto Selatan. (Dok. BPBD Banyumas/FT02)

Purwokerto, Gatra.com – Setelah kebakaran hutan pinus di Patikraja awal pekan ini, kebakaran besar kembali terjadi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Lima rumah di kompleks Pasar Proliman Kelurahan Karangpucung Banyumas, Jawa Tengah, terbakar pada Kamis siang (5/7).

 

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Kusworo mengatakan empat rumah hangus total. Adapun satu rumah lainnya, terbakar di bagian atap.

Empat rumah yang rusak berat akibat kebakaran adalah milik keluarga Tugiman, Subowo, Amin, dan Lili. Adapun yang mengalami rusak ringan adalah milik keluarga Bilal Eko Saputro.

“Yang empat rumah ini hangus total, yang satu rumah hanya terbakar atapnya,” katanya, Kamis sore.

Dia mengungkapkan, kebakaran diduga disebabkan oleh korselting listrik yang dipicu oleh Magic Jar yang ditancapkan ke listrik tanpa isi. Lantaran panas berlebih, kabel meleleh dan memicu kebakaran. Suhu panas dan angin kencang menyebabkan api cepat merembet ke rumah lainnya.

Untuk memadamkan api, Damkar Banyumas mengerahkan lima mobil pemadam kebakaran. Api bisa dipadamkan sekitar pukul 13.00 WIB.

Sore ini, BPBD Banyumas menyiapkan tenda-tenda untuk mengungsi warga yang rumahnya tak lagi bisa dihuni. Tercatat terdapat 28 jiwa yang nanti akan mengungsi. Selain mengungsi ke tenda, sebagian warga juga akan mengungsi sementara ke masjid setempat.

“Sore ini, warga sudah kita siapkan tenda-tenda untuk mengungsi sementara,” tambahnya.

Dia mengungkapkan, pada Senin malam lalu kebakaran juga terjadi di Hutan Pinus wilayah Patikraja, Banyumas. Diduga kebakaran dipicu oleh putung rokok yang dibuang dalam keadaan masih menyala. Putung rokok lantas menyulut api yang membakar daun dan ranting serta merembet ke hektaran tegakan pinus.

Kusworo mengimbau agar warga tak meninggalkan rumah dalam keadaan alat elektronik menyala. Warga juga disarankan untuk selalu mengecek dan membersihkan sampah mudah terbakar seperti, kertas, daun kering atau plastik di sekitar rumah.

Kusworo juga meminta agar warga tidak membakar sampah di wilayah yang berdekatan dengan rumah lantaran cuaca panas dan angin kencang bisa menyebabkan api merembet dan membahayakan.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
06-07-2018 10:18