Main Menu

Ini Prasyarat Terjadinya Bun Upas di Dataran Tinggi Dieng

G.A Guritno
07-07-2018 17:16

Ilustrasi - Embun es di Dataran Tinggi Dieng. (GATRA/Sudarno RAPI BNA/FT02)

Wonosobo, Gatra.com – Fenomena embun es atau bun upas terjadi lagi di Dataran Tinggi Dieng (DTD), Jumat (6/7). Bahkan, embun es yang muncul kali ini lebih tebal dibandingkan embun es yang terjadi pada dasarian kedua Juni 2018 lalu.

 

Pengelola Bukit Sikunir, Sembungan, Kejajar Kabupaten Wonosobo, Bukhori mengatakan kawasan yang diselimuti embun es pun semakin luas, meliputi kompleks Candi Arjuna, Dieng Kulon, Banjarnegara hingga Bukit Sikunir Desa Sembungan, Kejajar, Wonosobo juga diselimuti embun es.

Dia menjelaskan, kemunculan embun es lebih tebal ini sebenarnya telah diperkirakan oleh warga sejak beberapa hari lalu. Awal pekan ini, awan tebal menggelayut selama tiga hari berturut-turut. Angin seolah terhenti. Suhu cenderung hangat namun dengan kelembaban tinggi.

“Pada Kamis malam suhu turun drastis. Suhu turun hingga 5 derajat celcius,” katanya.

Kemudian, pada Jumat waktu subuh, embun es terbentuk dan tampak di kawasan yang cukup luas.

Kepala Stasiun Geofisika Setyo Aji menerangkan, embun es akan berpeluang terjadi lagi pada puncak kemarau. Pasalnya, pada musim kemarau, peluang terjadi hujan sangat kecil, karena tidak banyak tutupan awan yang berpotensi hujan.

“Kondisi langit bersih tanpa tutupan awan itu menurunkan suhu pada kemarau. Dampaknya, suhu udara bisa mencapai nol derajat yang dapat menyebabkan uap air atau embun menjadi beku,” Setyo menerangkan.

Namun begitu, menurut Setyo kemunculan embun es ini pun tak bisa diperkirakan secara pasti. Tetapi, tanda-tanda kemunculannya bisa diamati jika prasyarat embun es sudah nampak.

Antara lain, suhu rata-rata di Dieng malam hari turun hingga di kisaran titik beku. Hampir pasti, pagi harinya, ketika suhu berada di titik terendah, embun es akan muncul.

Pengamatan tiap tahun, embun es muncul saat musim kemarau dan berpotensi tinggi terjadi pada puncak kemarau, sekitar Juli dan Agustus. Saat itu, suhu rata-rata Dieng turun di bawah titik beku.

“Berpeluang terjadi pada Juli atau Agustus. Saat puncak kemarau,” jelasnya.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
07-07-2018 17:16