Main Menu

Waspadai Kekeringan, Bantul Siapkan 650 Truk Air Bersih

Mukhlison Sri Widodo
12-07-2018 18:10

Bantul terancam kekeringan. (GATRA/Arif Koes/RT)

Yogyakarta, Gatra.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan dua hingga tiga bulan mendatang terjadi musim kemarau panjang.


 

Dengan 24 desa rawan kekeringan di tujuh kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyiapkan 650 tangki air bersih.

Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto menjelaskan kebanyakan desa yang rawan kekeringan berada di kawasan perbukitan di sisi timur dan barat Kabupaten Bantul.

“Saat ini baru dua desa yang baru meminta bantuan droping air yaitu Wukirsari, Kecamatan Imogiri, dan Mangunan, Kecamatan Dlingo. Terkait peringatan BMKG, kami perkirakan satu minggu ke depan banyak desa yang mengajukan bantuan,” kata Dwi Kamis (12/7).

Tujuh kecamatan yang dianggap mengalami kekeringan parah yaitu Imogiri, Piyungan, Dlingo, Pleret, Pajangan, Sedayu, dan Kretek.

Sebagai antisipasi kekeringan, BPBD bekerja sama dengan dinas terkait dan kantor-kantor BUMN atau BUMND untuk menyiapkan sekitar 650 tangki air bersih sebagai bantuan.

“Tahun ini kami mengubah sistem bantuan dari instansi tidak lagi dalam bentuk pemberian air, namun kami arahkan dalam pembuatan bak penampungan dan sumur bor,” jelasnya.

Di tengah terbatasnya anggaran penanganan kekeringan yang tahun ini hanya Rp75 juta, proyek pembuatan sumur bor dan penampungan dianggap jadi solusi atas ancaman kekeringan di masa mendatang.

Staf Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman Bantul Bobot Ariffi’adin mengatakan baru 26,8 persen dari sekitar 1 juta penduduk Bantul yang belum terlayani air bersih oleh PDAM dan Paguyuban Pengelola Air Bersih Masyarakat Yogyakarta (Pamaskarta).

“Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) sudah menjangkau 206 titik. Dari jumlah itu, 40 persen sudah optimal,” kata Bobot di Pamsimas II, Girirejo, Imogiri.

Tahun ini DPUPKP menargetkan 15 desa memiliki Pamsimas. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 10 desa.

BMKG merilis data bahwa selama dua hingga tiga bulan ke depan DI Yogyakarta akan kekurangan curah hujan yang mengakibatkan kemarau panjang.

Selain Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo menjadi kawasan rawan kekeringan.

Secara terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki menyatakan 36 desa yang tersebar di kecamatan Girisubo, Tepus, Paliyan, Panggang, Purwosari, dan Rongkop telah mengalami kekeringan sejak Juni lalu.

BPBD Gunungkidul menyediakan anggaran droping air bersih Rp638 juta tahun ini. Angka ini  hampir sama dengan tahun lalu.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
12-07-2018 18:10