Main Menu

Gelombang Tinggi, 3 Hari Kedepan Pantai Wisata di Cilacap dan Kebumen Ditutup

G.A Guritno
20-07-2018 16:20

Pantai Sodong di Cilacap paska gelombang tinggi hingga tujuh meter menghantam pesisir selatan Jawa Tengah (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/afn)

Kebumen, Gatra.com – Gelombang tinggi yang terjadi di perairan selatan Jawa Tengah berdampak rusaknya infrastruktur di sejumlah pantai wisata di Cilacap dan Kebumen. Lantaran bahaya gelombang tinggi yang diperkirakan masih berpotensi hingga tiga hari ke depan, objek wisata ditutup sementara.

 

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Eko Widianto mengatakan berdasar perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gelombang pasang di atas normal berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan. Sebab itu, para pengelola pantai wisata menutup objek wisata untuk waktu yang tak ditentukan.

“Ya, ini seperti perkiraan BMKG itu kan, memang untuk gelombang tinggi di pantai selatan masih terjadi tiga hari ke depan,” katanya, Jumat (20/7).

Menurut dia, penutupan objek wisata ini juga terkait dengan perbaikan infrastruktur dan area pantai wisata, seperti Pantai Suwuk, yang memerlukan waktu. Sebab, selain menyebabkan kerusakan parah, area pantai suwuk juga dikotori oleh sampah sisa limpasan gelombang tinggi.

“Pembersihan dan kami juga mendatangkan alat berat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, gelombang tinggi yang menerjang Pantai Suwuk dan Pantai Pasir, Kebumen menyebabkan seratusan lebih warung di pantai suwuk terdampak. Dilaporkan, sebanyak 57 warung di Pantai Suwuk dan puluhan perahu di Pantai Pasir Kecamatan Ayah rusak. Tak hanya itu, sebanyak 90 warung permanen juga kotor lantaran pasir pantai masuk ke dalam bangunan.

Hingga Jumat pagi, jumlah pasti kerugian masih dihitung oleh petugas yang masih mendata di lapangan.

“Dampak yang sekarang, sementara ini, untuk lokasi objek wisata yang dikelola oleh kabupaten, seperti pantai Suwuk itu kan dikelola kabupaten, sama yang dikelola oleh pemerintah desa itu, sementara ditutup untuk pengunjung,” jelasnya.

Tak berbeda dengan di Kebumen, area wisata di Cilacap, yakni Pantai Sodong dan Wodarapayung juga terdampak gelombang tinggi. Sebanyak 60 warung rusak. Kerugian ditaksir mencapai Rp 96 juta.

Kepala Lakhar BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan, pengelola wisata dan BPBD hingga hari ini juga masih membersihkan area pantai dan memperbaiki warung-warung yang terdampak. Pengelola menutup area pantai wisata untuk menghindari bahaya terjangan gelombang tinggi.

Komara menambahkan, gelombang pasang yang terjadi kali ini tak sampai mencapai permukiman penduduk. Sumur-sumur warga di pesisir pun aman dari instrusi air laut.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
20-07-2018 16:20