Main Menu

Pemancing Kembali Jadi Korban Gelombang Tinggi Laut Selatan Jawa

G.A Guritno
23-07-2018 18:58

Basarnas Pos SAR Cilacap mengevakuasi korban meninggal dunia akibat tenggelam oleh terjangan ombak laut selatan. (GATRA/Ridlo Susanto/RT)

Kebumen, Gatra.com – Seorang pemancing asal Desa Karangbolong RT 02/1 Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah atas nama Abdul Rohman diterjang gelombang tinggi laut Selatan sehingga hilang tenggelam di pantai Karangbolong, Minggu sore (22/7).



Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap, Mulwahyono mengatakan saat itu, diduga korban mencari rumput laut di pinggiran karang di sela-sela memancing. Namun, tiba-tiba, ombak besar menerpa. Akibatnya, korban pun terjatuh ke dalam air dan terseret arus laut ke tengah.

Kata dia, hingga saat ini, Basarnas dan sejumlah potensi SAR lain di Kebumen masih mencari keberadaan korban.

“Kami memberangkatkan satu tim dari Basarnas Cilacap untuk melaksanakan operasi SAR dengan membawa perahu karet beserta alat dukung lainnya,” katanya, Senin (23/7).

Dalam pencarian itu, Basarnas didukung oleh tim SAR gabungan antara lain BPBD Kebumen, Polsek Buayan, SAR Walet, Elang Perkasa dan keluarga korban. Namun, sampai saat ini keberadaan korban masih nihil.

Dia mengakui, tim SAR kesulitan melakukan pencarian lantaran ombak secara konstan masih setinggi tiga meter di perairan pantai. Angin kencang juga menjadi kendala lain pencarian ini.

Dalam pencarian ini, Basarnas dan potensi SAR tidak bisa melakukan penyisiran laut. Penyisiran terbatas di daratan lantaran tingginya gelombang yang justru bisa membahayakan tim SAR gabungan.

“Kondisi gelombang di pantai Karangbolong saat ini kurang lebih dua sampai tiga meter dan cuaca berawan, arah angin dari Timur menuju ke Tenggara,” jelasnya.

Sebelumnya, Rabu lalu seorang nelayan hilang saat perahunya terbalik dihantam gelombang tinggi di pantai Kemiren, Cilacap. Saat itu, tiga nelayan tenggelam. Dua orang bisa menyelamatkan diri, namun satu lainnya hilang tenggelam.

Pencarian pun langsung dilakukan. Korban baru ditemukan pada Sabtu (21/7) dalam kondisi meninggal dunia.

“Pada TW. 0721 0645 G korban berhasil diketemukan dan dievakuasi di posisi 1 mil arah tengah dari LKP dalam keadaan MD, korban langsung dibawa ke RSUD Cilacap,” kata Mulwahyono.


Reporter: Ridlo Susanto

Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
23-07-2018 18:58