Main Menu

Dua Generasi Harimau Sumatera Berhasil Berkembang Biak Tertangkap Kamera

Fitri Kumalasari
29-07-2018 16:59

Ilustrasi.(Shutterstock/re1)

Jakarta, gatra.com - Merayakan Global Tiger Day yang jatuh pada 29 Juli 2018, WWF Indonesia bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia merilis seri video langka yang menunjukkan harimau sukses berkembang biak di alam liar.

Sebagai predator utama pada rantai makanan, harimau di alam berperan penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang mendukung kelangsungan hidup spesies lainnya dan manusia. Namun, binatang ini berstatus kritis. Jumlahnya saat ini hanya tersisa 3.900 ekor yang hidup liar di dunia.

“Video ini mengagumkan dan membuktikan bahwa harimau berkembang biak seperti kucing jika saja mereka memiliki habitat yang terlindungi, memiliki cukup mangsa, dan tidak diburu. Untuk mencapai tujuan TX2 menambah jumlah 2 kali lipat, artinya kita butuh bantuan pemerintah, bisnis, masyarakat lokal, dan setiap orang yang peduli harimau untuk mendukung usaha-usaha konservasi harimau,” ungkap Michael Baltzer, Ketua Tigers Alive Inisiatif dalam rilis yang diterima Gatra.com, Sabtu (29/7).

Suhandri, Direktur Sumatera dan Wildlife WWF Indonesia mengatakan, “Adanya video ini membuktikan Harimau Sumatera yang sehat dapat berkembang biak dengan baik di Sumatera tengah.” Berita baik ini, lanjut Suhandri, juga menunjukkan komitmen kuat dari Pemerintah Indonesia serta dukungan dari mitra komunitas dan pemerintah lokal maupun komunitas internasional untuk menyelamatkan harimau dan habitatnya. Pemulihan populasi harimau adalah kunci untuk manusia agar dapat hidup dengan ketersediaan sumber daya alam.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau KLHK, Suharyono menyatakan, ”Ini kabar baik bahwa ada perkembangan baik. Karena kita juga punya target meningkatkan populasi harimau di antara 25 satwa terancam punah hingga 10% sesuai dengan Indikator Kinerja Pemerintah seperti dimandatkan oleh Dirjen KSDAE.”

Perdagangan ilegal tetap menjadi salah satu ancaman terbesar dan paling cepat terhadap harimau di alam liar. Rantai perdagangan yang panjang, dari sumber sampai kepada tujuan akhir, hukum harus ditegakkan, kejahatan terhadap satwa liar yang berkaitan dengan korupsi harus dihentikan. Inisiatif-inisiatif yang bertujuan mengubah perilaku dibutuhkan untuk mengurangi permintaan terhadap bagian-bagian tubuh harimau dan produk-produknya.

Lansekap Harimau sendiri menyimpan kekayaan alam yang sangat penting. Habitat harimau berada di 9 kawasan daerah aliran sungai yang sangat penting secara global, di mana menyediakan air bagi setidaknya 830 juta masyarakat di Asia. Hutan di kawasan konservasi harimau menyimpan lebih banyak karbon di dalamnya daripada hutan di tempat lainnya. Sehingga berkontribusi pada penyerapan dan penyimpanan karbon, yang penting untuk mitigasi perubahan iklim.

Dengan demikian, menyelamatkan harimau berarti ikut mengamankan beberapa kawasan yang paling penting dalam planet ini bagi keanekaragaman hayati di mana ada lebih dari 300 Area Penting Keanekaragaman Hayati dan 10 Situs Cagar Budaya Alam.


Reporter: Fitri Kumalasari
Editor: Iwan Sutiawan

Fitri Kumalasari
29-07-2018 16:59