Main Menu

Gempa Susulan 145 Kali, Peralatan Medis Dibutuhkan

Bernadetta Febriana
29-07-2018 22:05

Dampak gempa di Lombok. (GATRA/Hernawardi/re1)

Mataram, gatra.com - Gempa berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang Bali, Lombok dan Sumbawa Minggu (29/7) pagi tadi telah menimbulkan dampak yang cukup besar baik korban meninggal dunia, korban luka maupun kerugian material.

Trauma masyarakat Lombok Timur sebagai dampak terparah akibat gempa korban gempa saat ini masih ditampung di base camp pengungsian baik di Masjid, sekolah-sekolah maupun di tenda darurat yag sudah disiapkan pemerintah.

Hingga saat berita ini diturunkan, berdasarkan data terakhir yang diperoleh ‪Gatra.com‬ dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan korban meninggal dunia akibat gempa sudah bertambah menjadi 14 orang dari sebelumnya sebanyak 10 orang. “Sementara tercatat 163 orang luka-luka dan ribuan rumah mengalami krusakan berat. Rumah banyak yang roboh rata dengan tanah,” kata Kepala BPBD NTB H. Moh. Rum di lokasi bencana, Sambelia, Lombok Timur, Minggu petang.

Dikatakan, dari 14 orang yang meninggal tersebut, 10 orang diantaranya warga Sambelia, Lombok Timur dan orang 4 lainnya merupakan warga Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Berikutnya kerusakan rumah  terdapat 41 unit rusak berat, 74 unit rusak sedang dan 148 unit rusak ringan dan ada 6.23 lebih KK terdampak gempa. “Ada juga sejumlah rumah yang ada di Lombok Barat, Sumbawa Barat dan kota Mataram yang hancur terkena gempa.

Rum menambahkan, upaya yang dilakukan BPBD NTB pasca-gempa tersebut berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Utara.  BPBD NTB juga memback-up berupa peralatan dan kebutuhan logistik yang diperlukan. “Pendropingan telah dilakukan setelah kejadian. Ini sebagai upaya antisipasi kejadian seperti ini.,” katanya.

Selain itu juga pihaknya mengirim Tim Kaji Cepat untuk memperkuat Posko Penanganan Bencana Gempa Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara dalam upaya proses penanganan korban luka-luka dan meninggal dunia. “Peralatan dan logistik juga sudahkita salurkan seperti  mie instan 275 dus ‪ke 75‬ wilayah Lombok Timur dan 200 dus ke daerah Bayan, Lombok Utara. Juga, air mineral sebanyak 275 dus.  Saya kira kebutuhan mendesak masyarakat yakni tenaga medis, tandu dan peralatan kesehatan,” ujar Rum.

Sementara itu informasi terakhir yang diperoleh dari BMKG Mataram menyebutkan hingga ‪pukul 19.30‬ wita telah terjadi updated gempa susulan sebanyak 145 kali dgn magnitude 3.1. Meski demikian  masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap ancaman gempa susulan meskipun dengan intensitas dan magnitude yang kecil. ” Kami meminta masyarakat untuk tetap waspada namun tetap tenang dan jangan panik," ingat Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto.


Repoter: Hernawardi


Editor: Birny Birdieni

Bernadetta Febriana
29-07-2018 22:05