Main Menu

Buleleng Endek Carnaval Sajikan Keindahan Warna Warni Kain Khas Buleleng

didi
06-08-2018 12:21

Buleleng Endek Carnaval. (Dok. Pemkab Buleleng/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng kembali menggelar Buleleng Endek Carnaval (BEC). BEC tahun 2018 resmi dibuka Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana di Singaraja pada Minggu (5/8).


Gelaran ini merupakan ajang bergensi antar pengrajin kain Endek, kain tenun ikat khas Bali. "Buleleng memiliki motif Kain Endek yang unik dan sakral, sehingga menjadi ciri khas buatan hasil karya tangan orang Buleleng," tutur Bupati Agus dalam keterangannya, Senin (6/8).

BEC sendiri merupakan rangkaian dari Buleleng Festival (Bulfest), dan merupakan ajang bergengsi antar pengrajin kain Endek di lingkungan kabupaten Buleleng.

Acara ini sudah dilaksanakan selama 5 kali, dan semakin tahun pesertanya semakin bertambah. Hal itu menandakan bahwa acara BEC semakin populer. 

Tahun ini BEC mengambil tema North Bali Rainbow atau Pelangi Bali Utara. Pengambilan tema pada BEC tahun 2018 ini merupakan analogi dari legenda kuno yang menyebutkan bahwa pelangi adalah selendang para bidadari yang terbentang dari surga ke Bumi.

Dengan warna-warni yang sangat menawan, diharapkan kain endek buleleng bisa menjadi kebanggaan masyarakat.

Tahun ini BEC diikuti 26 peserta yang terdiri dari pengerajin endek, designer, sekolah, kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah dan Komunitas.

Selain itu dalam menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73, maka diselenggarakanlah pawai yang menempuh rute dari Jalan Ngurah Rai, Jalan Pramuka, Jalan Ahmad Yani, dan finish di Jalan Dewi Sartika.

Bupati Agus berharap kain endek bisa menjadi warisan budaya Indonesia untuk dunia.

“Endek sangat unik dan khas, sehingga sangat memerlukan diservikasi dan promosi. Saya yakin, dengan adanya diservikasi dan promosi yang tepat sasaran, maka Endek Buleleng dapat memasuki semua segmen pasar. Ini merupakan tantangan yang harus ditaklukan agar Endek Buleleng mampu bersaing dan menjadi buah tangan wisawatan mancanegara yang datang,” ucap Bupati Agus.

Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Buleleng, Gde Dharmaja, mengatakan bahwa tujuan dari BEC adalah pelestarian budaya. Tujuan dari BEC menurutnya adalah pelestarian budaya dan pengembangan kreatifitas para pengerajin endek di Buleleng.

“Kami menyeleksi peserta agar benar-benar bisa memiliki desain yang baik, karena kami mengejar kualitas bukan kuantitas sehingga kami bisa mendapatkan hal yang positif dari penampilan BEC ini. Kami berharap dengan adanya BEC ini endek bisa berkembang dan dikenal sehingga kedepannya endek bisa menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat Buleleng,” papar Dharmaja.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor : Mukhlison

didi
06-08-2018 12:21