Main Menu

Tiga Wilayah di Banyumas dan Cilacap Alami Kekeringan Ekstrem

Mukhlison Sri Widodo
06-08-2018 16:16

Sungai mengering akibat kemarau panjang. (GATRA/Ridlo Susanto/RT)

Banyumas, Gatra.com –  Desa-desa di tiga wilayah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah teridentifikasi sudah mengalami kekeringan ekstrem pada awal Agustus 2018 ini. 

 

Kekeringan ekstrem ini memicu bencana lainnya, krisis air bersih.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Cilacap, Rendy Krisnawan mengatakan Kekeringan ekstrem adalah kondisi tidak turun hujan selama lebih dari 60 hari.  

Tiga wilayah tersebut yakni Kecamatan Lumbir, Rawalo dan Banyumas 2 PU.

“Untuk daerah yang tidak hujan berturut-turut lebih dari 60 hari, atau kategori kekeringan ekstrem, itu terjadi di wilayah Kabupaten Banyumas. Terutama di wilayah Lumbir, wilayah Banyumas 2 PU, dan wilayah Rawalo,” katanya, Senin (6/8).

Adapun daerah yang terancam kekeringan ekstrem dan sudah mengalami kekeringan panjang adalah Kelapa Gading, Jatilawang, Purwojati, Baturaden, Kebun Darmakradenan dan Kebun Samudera. 

Dia menjelaskan, kekeringan panjang adalah kondisi kering tanpa hujan antara 31-60 hari.

Di Kabupaten Cilacap, hingga awal Agustus 2018 ini, belum ada daerah yang mengalami kekeringan ekstrem. 

Namun, 13 wilayah terancam kekeringan ekstrem dan sudah mengalami kekeringan panjang.

Adapun 13 wilayah tersebut meliputi Kecamatan Cipari, Adipala, Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Kesugihan, Kedungreja, Kawunganten, Sidareja, Maos, Karangsari, Binangun, dan Cimanggu.

Menurut Rendy kekeringan ekstrem dan panjang akan memicu krisis air bersih. 

Diperkirakan, pada Agustus dan September ini, daerah kekeringan dan alami krisis air bersih akan semakin banyak.

“Kemudian untuk Kabupaten Cilacap, itu belum kekeringan ekstrem, tetapi berkategori kekeringan panjang,” jelasnya.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Kusworo mengatakan, hingga awal Agustus ini sudah mendistribusikan sebanyak 106 tangki bantuan air bersih ke daerah yang mengalami krisis air bersih. 

Air bersih itu dikirimkan ke 16 desa di tujuh kecamatan wilayah Banyumas.

Tujuh kecamatan tersebut meliputi, Cilongok, Purwojati, Kalibagor, Banyumas, Sumpiuh, Tambak dan Somagede. 

Diperkirakan krisis air bersih semakin meluas seturut kemarau panjang di wilayah ini.

Adapun di Kabupaten Cilacap, berdasar data BPBD Cilacap, sebanyak 66 tangki air bersih telah didistribusikan ke 15 desa di delapan kecamatan berbeda. 

Delapan kecamatan tersebut yakni, Kawunganten, Bantarsari, Gandrungmangu, Patimuan, Jeruklegi, Adipala, Karangpucung, Kampung Laut.


Reporter : Ridlo Susanto
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
06-08-2018 16:16