Main Menu

KPK Bodong Tipu Peternak Sapi di Bantul

Mukhlison Sri Widodo
15-08-2018 18:50

Polres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap Rusdiyanto (40) warga Nanggulan, Kulonprogo yang mengaku sebagai anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (GATRA/Arief Koes/RT)

Yogyakarta, Gatra.com - Polres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap Rusdiyanto (40) warga Nanggulan, Kulonprogo yang mengaku sebagai anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

Petugas KPK abal-abal ini menyasar kelompok peternak sapi di Bantul. Dalam aksinya, Rusdiyanto memeras peternak hingga mendapat uang Rp36 juta.

Kapolres Bantul AKBP Sahat M Hasibuan menerangkan Rusdiyanto ditangkap pada 13 Agustus di Kecamatan Bambanglipuro,Bantul, atas laporan kelompok peternak yang resah karena didatangi pelaku.

“Dari pengembangan dan pengecekan ke Dinas Pertanian, Pangan Kelautan, dan Perikanan  Bantul, satu kelompok peternak di Sedayu, Bantul, yang diketuai Kadri juga sempat ditipu pelaku,” jelas Kapolres saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Rabu (15/8).

Berdasarkan laporan Kadri pada 14 Agustus 2014, tersangka mendatangi peternak sapi Sedayu pada 8 Juni 2018.

Petugas KPK palsu itu menyoal dana hibah dari pemerintah pusat pada 2011 senilai Rp500 juta yang dibelikan 68 sapi.

Dalam laporannya, Kadri menyatakan tersangka mengaku sebagai petugas KPK perwakilan Sedayu yang mengusut  28 sapi dari dana hibah yang mati dan dijual.

Tersangka Rusdiyanto menyebut hal itu merugikan negara dan meminta uang Rp36 juta.

“Kadri dan Rusdiyanto bertemu tiga kali. Dari pertemuan itu, kelompok peternak sepakat mengembalikan uang negara yang diminta dan menyerahkan kepada tersangka disertai bukti,” kata Kapolres.

Selain itu, tersangka juga meminta tambahan uang Rp10 juta untuk menutup kasus, namun para peternak hanya menyanggupi Rp1,5 juta yang dibayar tunai.

Rusdiyanto yang berhasil memperdaya Kadri dan para peternak kemudian beraksi lagi ke kelompok ternak di Bambanglipuro. Dengan modus yang sama, tersangka meminta data susutnya ternak senilai Rp30 juta.

Namun karena warga tidak percaya, Rusdiyanto diringkus warga dan dilaporkan ke polisi.

“Bukti yang kami amankan dari tersangka antara lain surat pengangkatan berkop surat KPK, lencana KPK yang dipakai tersangka beroperasi, dan beberapa bukti kuitansi,” kata Kapolres.

Di depan wartawan, Rusdiyanto bersikukuh bahwa dia anggota resmi KPK yang terpilih melalui seleksi sebagai petugas penindak. Atas pernyataan ini, Kapolres masih mendalami kasus ini.

"Tidak menutup kemungkinan masih ada korban dan pelaku lain karena saat beraksi di Sedayu ada dua pelaku. Pelaku juga menyebut punya kantor perwakilan KPK di Sedayu," kata dia.

Kepolisian menjerat tersangka dengan dua pasal KUHP yaitu pasal 378 tentang penipuan dan pasal 266 tentang pemalsuan dengan ancaman masing-masing empat tahun hukuman penjara.

Di hari yang sama, Badan Narkotikan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta memusnahkan 1.108 kilogram sabu-sabu dari dua pelaku di Bandara Adisutjipto, pertengahan Juli lalu.

Kepala BNN DIY Tri  Atmojo menerangkan sepanjang 2018, sebanyak 8 kilogram narkotika telah dimusnahkan. Untuk tahun lalu, total 17 kilogram narkotika juga telah disita.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
15-08-2018 18:50