Main Menu

Kubah Baru Muncul di Gunung Merapi

Mukhlison Sri Widodo
18-08-2018 20:24

Kubah lava 2018 foto diambil memakai kamera DSLR dari puncak. (Dok.BPPTKG/RT)

Yogyakarta, Gatra.com - Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengabarkan terbentuknya kubah lava baru di kawah Gunung Merapi. 

 

Kubah lava yang tumbuh di atas kubah hasil letusan 2010 ini menjadi pertanda erupsi selanjutnya bersifat efusif.

Dalam jumpa pers dengan wartawan di kantornya, Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan kubah baru ini baru diketahui saat penelitian pada Minggu (12/8).

“Dari data yang diperoleh, besar kemungkinan kubah baru yang memilikipanjang 55 meter, lebar 25 meter, dan ketinggian 5 meter ini terbentuk pada 11 Agustus bersamaan dengan terjadinya gempa embusan besar yang terdengar sampai Deles, Klaten,” ujarnya, Sabtu (18/8) sore.

Hanik menambahkan, kubah baru ini terbentuk melalui rekahan pada kubah 2010 yang mengarah antara barat fan tenggara laut. Kubah baru ini juga terus tumbuh dengan kecepatan 1.000 meter kubik per hari.

Dengan adanya kubah lava ini, BPPTKG menyatakan letusan selanjutnya tidak lagi bersifat eksplosif seperti saat 2010, namun bersifat efusif atau lelehan karena sumbatan-sumbatan di jalur lava sudah terbuka. 

Dari sifat erupsi ini, BPTTKG meminta masyarakat mewaspadai asap panas atau ‘wedus gembel’ jika terjadi erupsi.

Menurut Hanik, letusan efusif  akan mengembalikan karakter letusan Merapi sebelum 2010 yakni seperti letusan pada 2002 dan 2006 yang bersifat efusif.

“Sambil terus mengamati perkembangan dan pertumbuhan kubah baru, BPTTKG belum akan meningkatkan status Merapi. Kami masih tetapkan statusnya waspada,” lanjutnya.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
18-08-2018 20:24