Main Menu

Viral Video Guru SMK di Purwokerto Pukul Siswa, Ini Penjelasan BP2MK

G.A Guritno
22-08-2018 12:31

Potongan video guru pukul siswa yang beredar di Purwokerto. (Ist/re1)

Purwokerto, Gatra.com – Kekerasan di dunia pendidikan diduga kembali terjadi di Banyumas, Jawa Tengah. Kali ini dugaan kekerasan fisik terjadi di SMK Tujuh Lima 2 Purwokerto. Video peristiwa ini menjadi viral di lini massa Selasa pagi.



Dalam video tersebut, seorang guru masuk ke kelas. Lantas ia memukul dengan keras dan menjewer sejumlah siswa. Salah satu siswa menunjukkan mimik protes dan lantas keluar ruangan kelas.

Kepala Seksi SMA dan SLB Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) yang juga Pelaksana Harian Kasi SMK BP2MK, Yuniarso K Adi membenarkan bahwa video tersebut memang terjadi di SMK Tujuh Lima 2 Purwokerto. Peristiwa pemukulan ini terjadi Senin siang kemarin.

Tetapi, ia menegaskan bahwa masalah ini telah selesai siang ini dengan jalan mediasi atau non litigasi. Orang tua tiga siswa yang sebelumnya memprotes dan hendak melaporkan ke kepolisian mengurungkan niat. Guru pun sudah meminta maaf lantaran bertindak berlebihan.

Mediasi dilakukan oleh pengawas SMK BP2MK, Koramil dan Polsek setempat. BP2MK Banyumas juga sudah memanggil kepala SMK dan guru tersebut.

“Kami tim sudah turun, kepala sekolah juga sudah diundang. Kedua belah pihak juga sudah dimediasi oleh Koramil dan Polsek,” katanya, Selasa (21/8).

Dia menjelaskan, awal mula kejadian, saat itu, seorang guru PKN berinisial IT, menyidak kelas-kelas di sekolah tersebut agar siswa turut Shalat berjamaah. Kemudian didapati ada sejumlah siswa yang belum keluar dari kelas. IT pun mengajak siswa untuk Shalat.

Namun, bukannya menuruti permintaan sang guru, ada siswa yang menurut IT menyepelekan ajakan shalat berjamaah. Lantaran marah, IT pun memukul siswa dan menjewer telinga.

“Itu yang sifatnya harusnya shalat berjamaah Dzuhur. Tapi si anak-anak itu tidak shalat berjamaah Dzuhur. Nah, gurunya ini reaksinya berlebihan,” ujarnya.

Terkait informasi adanya orang tua siswa yang tetap hendak membawa masalah ini ke jalur hukum, Yuniarso mengaku belum menerima laporannya. Namun, menurut dia, pelaporan kepada kepolisian adalah hak tiap warga negara yang merasa dirugikan.

Meski begitu, ia tetap menyarankan agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan. Sebab, guru pun berniat baik untuk mengingatkan agar siswanya taat pada peraturan.

“Tetapi karena niatnya baik, untuk peneguran itu, orang tua akhirnya juga mau menerima itu. Gurunya juga sudah meminta maaf karena bertindak berlebihan,” jelasnya.

Sebelumnya, kekerasan di dunia pendidikan Banyumas diduga juga terjadi di sebuah SMP di Kecamatan Cilongok. Belasan siswa dipukul dan disodok dengan gagang sapu oleh seorang guru. Persoalan ini pun diselesaikan secara kekeluargaan. Orang tua juga menuntut agar terduga pelaku kekerasan guru terhadap siswa dimutasi.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
22-08-2018 12:31