Main Menu

Kekeringan Meluas, BPBD Kebumen Kirimkan 420 Tangki Air

G.A Guritno
22-08-2018 12:41

Ilustrasi.(GATRA/Ridlo Susanto/re1)

Kebumen, Gatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah semakin intensif mengirimkan bantuan air bersih seiring meluasnya dampak kemarau yang mengakibatkan krisis air bersih di berbagai kawasan.



Kepala Pelaksana Harian (Lakhar) BPBD Kebumen, Eko Widianto mengatakan, pekan ini BPBD telah mengirimkan sebanyak 90 tangki bantuan air bersih. Total, sejak awal kemarau BPBD telah mengirimkan 420 tangki bantuan air bersih.

Dia menjelaskan, terdata sebanyak 34 desa di 11 kecamatan mengalami krisis air bersih. 11 kecamatan itu yakni, Buayan, Ayah, Sempor, Karanggayam, Alian, Kebumen, Sruweng, Pejagoan, Karangsambung, Rowokele dan Poncowarno.

“Hingga 21 Agustus sebanyak 420 tangki bantuan air bersih sudah dikirimkan,” katanya kepada GATRA, Selasa (21/8).

Dia mengungkapkan pengiriman bantuan air bersih banyak terkendala medan yang berat. Pasalnya, sebagian daerah yang mengalami krisis air bersih berada di pegunungan. Selain itu, pengerjaan proyek jalan di banyak ruas jalan juga menyebabkan hambatan.

“Medan ini memang ada beberapa titik yang menjadi kendala, ini kan karena bersamaan dengan proyek pengerjaan jalan. Sebelas kecamatan yang krisis air bersih rata-rata berada di pegunungan,” jelasnya.

Sebab itu, BPBD mempersiapkan sembilan tangki untuk mengirimkan bantuan air bersih. Tangki air ini bersiaga penuh agar sewaktu-waktu bisa mengirimkan bantuan air bersih ke desa-desa yang terdampak.

Namun begitu, eko menjamin persediaan untuk bantuan air bersih masih cukup. Sebab, BPBD Kebumen menyiapkan anggaran Rp 350 juta. Jumlah ini diperkirakan cukup untuk membantu masyarakat di daerah krisis air bersih hingga musim penghujan tiba.

Kemarau diperkirakan akan mencapai puncaknya pada September. Pada dasarian kedua Oktober 2018, diperkirakan hujan mulai turun.

“Kita juga anggarkan lewat APBD sekitar Rp 350 juta. Itu setara dengan 1.400 tangki,” pungkas Eko.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
22-08-2018 12:41