Main Menu

Tanaman Filosofis Hiasi Malioboro

Mukhlison Sri Widodo
23-08-2018 20:32

Tanaman asem jawa (Tamaridus indica) dan gayam (Inocarpus fagiferus) disepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan ESDM Energi Sumber Daya Mineral Daerah Istimewa  Yogyakarta menanam pohon bermakna filosofis di sepanjang Jalan Malioboro yakni Tanaman asem jawa (Tamaridus indica) dan gayam (Inocarpus fagiferus).

 

Kepala Seksi Penataan Bangunan dan Kawasan Pemukiman Dinas PUP-ESDM DIY Arif Azazie Zain menyebut penanaman kedua pohon ini bagian dari revitalisasi Malioboro tahap pertama sejak tahun lalu.

“Sisi selatan sudah selesai, sedangkan untuk sisi utara proses penanaman sejak Maret lalu dan sekarang dalam tahap perawatan,” ujarnya Kamis (24/8).

Pohon-pohon ditanam dengan jarak sekitar lima meter. Pohon asem jawa dan gayam ini didatangkan dari beberapa daerah seperti Ngawi, Jawa Timur.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya DIY Yuwono Sri Suwito mengatakan pohon asem jawa dan gayam memiliki makna filosofis dalam budaya Jawa.

“Asem dari bahasa Jawa 'semsem' yang mempunyai arti tertarik. Sementara gayam berarti 'ayom' atau melindungi,” kata anggota tim cagar budaya DIY ini.

Yuwono menyatakan penanaman kedua pohon bertujuan melestarikan budaya Jawa. Menurut dia, budaya Jawa Keraton Yogyakarta  mengedepankan nilai filosofi dibandingkan segi teknis atau fungsi suatu hal.

Menurut Yuwono, kawasan Malioboro pernah ditanami pohon sawo kecik. Meski sawo kecik punya makna serba baik, pohon itu seharusnya ditanam di halaman rumah, sehingga tanaman sawo kecik di Malioboro pun diganti.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
23-08-2018 20:32