Main Menu

Tanggulangi Kekeringan yang Semakin Meluas, BPBD Banyumas Ajukan Pipanisasi

Mukhlison Sri Widodo
23-08-2018 20:55

Ilustrasi - Pembagian air bersih (GATRA/Ridlo Susanto/FT02)

Banyumas, Gatra.com – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mengajukan bantuan pipanisasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengantisipasi kekeringan dan krisis air bersih yang hampir tiap tahun selalu terjadi pada musim kemarau.

 

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas, Prasetyo Budi mengatakan, sementara ini di Banyumas sudah ada 18 desa di delapan kecamatan yang mengalami krisis air bersih. 

Jumlah ini bertambah dari awal Agustus lalu yang hanya 16 desa.

Pada akhir pekan kedua Agustus, telah terdistribusi sebanyak 279 tangki bantuan air bersih. Tiap tangki berkapasitas 5.000 liter. “Tambah desa, otomatis ada jadwal baru yang kita susun,” katanya.

Menurut Prasetyo, desa-desa yang mengalami krisis air bersih meminta tiap hari dikirimi bantuan air bersih. 

Padahal, ketersediaan armada BPBD tak mencukupi untuk tiap hari mengirim air bersih. Karenanya, BPBD menjadwal pengiriman ke daerah krisis air bersih, dua kali sepekan.

Diperkirakan pada puncak kemarau, sekitar September, jumlah desa yang mengalami krisis air bersih bakal semakin bertambah.

“Sementara kan, tiap hari masyaraat meminta droping. Kita kan tidak mungkin melayani semua,” ujarnya.

Prasetyo mengemukakan, untuk penanganan dalam jangka panjang, BPBD mengajukan program pipanisasi dan sumur bor ke BNPB untuk mendekatkan sumber air kepada masyarakat. 

Pasalnya, ada sejumlah desa yang memiliki mata air, namun jaraknya terlampau jauh dari permukiman penduduk. Dia mengklaim, proposal permintaan bantuan telah dikirimkan.

“Jadi kan ada beberapa desa yang memiliki mata air atau sumber air. Tetapi jarak dari perumahan ke titik sumber air terlalu jauh. Kita bantu untuk didekatkan,” jelasnya.

Lebih lanjut Prasetyo mencontohkan, dalam penanganan darurat krisis bersih di Banyumas, dari beberapa desa yang mengajukan bantuan air bersih, setelah diverifikasi ada dua desa yang dianggap memiliki sumber mata air yang berpotensi dijadikan sumber air bersih untuk warga.

Hanya saja, mata air harus disambung dengan pipa untuk disalurkan ke permukiman.  

Dua desa tersebut yakni, Melung Kecamatan Kedungbanteng dan Cikakak Kecamatan Wangon.

Meski krisis air bersih semakin meluas, namun Prasetyo yakin persediaan bantuan air bersih masih cukup untuk droping hingga berakhirnya musim kemarau. 

Tahun 2018 ini, BPBD Banyumas menyediakan 1.000 tangki bantuan air bersih. Diperkirakan kemarau akan berlangsung hingga September. Awal penghujan diperkirakan tiba pada Oktober 2018.

“Kita ada tiga tangki. Jumah persediaan kita ada 1.000 tangki,” imbuhnya.


Reporter : Ridlo Susanto
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
23-08-2018 20:55