Main Menu

Panglima TNI: Lombok Kekurangan Alat Berat

Ervan
24-08-2018 08:35

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto: Lombok Kekurangan Alat Berat. (Dok.Puspen TNI/RT)

Jakarta, Gatra.com- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyebut kendala utama dalam pembersihan puing-puing reruntuhan akibat gempa yang terjadi di Lombok, adalah kurangnya alat berat.


Untuk mengatasinya TNI, Polri dan Kementerian PUPR serta instansi lain akan bekerjasama menambah peralatan tersebut sehingga rencana pembersihan puing-puing bisa sampai ke pelosok desa.

Hal ini dikatakan Panglima TNI usai menerima paparan dari Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani selaku Komandan Penanganan Darurat Bencana (PDB), Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavianbertempat di ruang VIP Bandara Internasional Lombok, Kamis (23/8).

Menurut Marsekal Hadi Tjahjanto, pembersihan puing reruntuhan yang berada di pinggir jalan raya, pasar, rumah sakit, tempat ibadah ditargetkan selama 1 bulan. 

“Kendala utama di lapangan adalah kurangnya alat berat, apabila alat berat itu ditambah maka target waktu satu bulan itu bisa diselesaikan dengan baik. Namun jika alat beratnya ini kurang maka pekerjaan akan dilaksanakan dalam dua bulan," ucapnya. 

Panglima TNI mengatakan bahwa cara untuk mengatasi kendala tersebut dengan menambah jumlah alat berat.

“TNI, Polri dan Kementerian PUPR serta instansi lain bekerja sama untuk segera mengirimkan alat berat ke Lombok," katanya. 

 Panglima juga menyampaikan Satgas PDB sudah memiliki satu pola kerja yang baik dalam hal pendistribusian bantuan baik berupa makanan maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya. 

 “Pendistribusian bantuan ke remote area dilakukan dengan menggunakan pesawat ataupun Heli, ke tempat-tempat infrastruktur yang masih bagus dikirim dengan menggunakan truk dan jikalau jalannya kecil maka bantuan dikirimkan dengan menggunakan sepeda motor,” tuturnya. 

 Panglima menambahkan bahwa masyarakat yang terkena reruntuhan bangunan, banyak korban patah tulang sehingga diperlukannya juga banyak kursi roda dan tongkat. 

“Jumlah korban tersebut sudah kami catat mudah-mudahan dalam waktu secepat mungkin akan datang kursi roda maupun tongkat,” ungkapnya.

 Reporter: Ervan Bayu

 Editor: Anthony Djafar

 

Ervan
24-08-2018 08:35