Main Menu

11 Tahun Hilang di Malaysia, TKI Banjarnegara Ditemukan Selamat

G.A Guritno
24-08-2018 15:17

Potongan surat Ponirah yang diunggah ke Facebook. (GATRA/Ridlo Susanto/FT02)

Banjarnegara, Gatra.com – Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau buruh migran asal Banjarnegara, Jawa Tengah, Ponirah (32 th) hilang kontak selama 11 tahun usai berangkat ke negara jiran, Malaysia. Belakangan, ia menulis surat, yang lantas diunggah ke media sosial.



Dari unggahan surat ini, keberadaannya terlacak. Alamat orang tuanya pun ditemukan.

Paralegal TKI, Suprapti mengatakan sejak 11 tahun berangkat ke Malaysia, ia tak pernah pulang. Hasil klarifikasi dengan keluarganya, Ponirah hanya beberapa kali mengontak keluarganya di awal-awal pemberangkatan.

“Terus saya klarifikasi ke keluarganya. Dia memang sudah lama tidak pulang. Saya koordinasi dengan KJRI yang di Johor Baru,” katanya, Jumat (24/8).

Kata dia, kasus ini mencuat setelah potongan surat diduga ditulis oleh Ponirah viral di dunia maya, terutama Facebook. Di dalam surat itu, tertulis alamat rumah dan nama orang tuanya di desa. Kasus ini pun kemudian dilaporkan ke BNP2TKI dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Baru, Malaysia.

Menurut Suprapti, KJRI Johor telah memanggil Ponirah dan majikannya untuk diklarifikasi. Harapan untuk segera memulangkan Ponirah pun menemui titik terang.

Di KJRI, Ponirah menandatangani surat pernyataan akan tetap bekerja dengan majikannya sampai masa kontraknya habis, Desember 2018 mendatang. Adapun majikan justru memperbolehkan Ponirah pulang kapan saja.

“Di sana, Mbak Ponirah dengan majikannya dipanggil. Nah, di situ, Ponirah dan majikannya bikin surat pernyataan, Wallahua’lam atas tekanan atau tidak, tetapi dia bilang dia di rumah majikannya baik-baik saja dan akan bertahan hingga kontrak berakhir,” jelasnya.

Lebih lanjut Suprapti mengemukakan, surat pernyataan Ponirah yang mengaku baik-baik saja dan akan menghabiskan kontrak memang masih diliputi pertanyaan. Sebab, hal itu berbeda dengan potongan surat Ponirah yang viral di media sosial. Surat yang beredar viral itu disebut dilemparkan oleh Ponirah dari jendela rumah majikannya.

Di luar kasus Ponirah, menurut Suprapti, di Banjarnegara juga ada kasus buruh migran hilang kontak lainnya, yakni Sukisno, buruh migran asal Desa Blambangan Kecamatan Bawang. Ia dilaporkan hilang kontak selama 11 tahun dengan keluarganya. Sejak 2007, ia berangkat ke Malaysia dan tanpa diketahui alamat kerja dan tinggalnya, serta kepada siapa Sukisno bekerja.

Kata Suprapti, Pihaknya kesulitan melacak keberadaan Sukisno lantaran ketiadaan data awal yang bisa dijadikan pegangan untuk menemukan TKI tersebut. Di luar dua kasus itu, ada pula buruh migran di hongkong yang 13 tahun hilang kontak dengan keluarganya.

Menurut dia, kasus TKI hilang kontak dengan keluarga banyak jumlahnya. Sebagian kasus yang dilaporkan tak berhasil ditindaklanjuti lantaran ketiadaan data awal mengenai keberadaan TKI tersebut. Untuk mengantisipasi kejadian serupa tak terulang, ia menyarankan calon TKI atau keluarga memfoto kopi kontrak kerja, paspor serta kontak dan alamat kerja atau majikan.

“Saat terjadi persoalan, jadi mudah melacak keberadaan buruh migran tersebut,” imbuhnya.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
24-08-2018 15:17