Main Menu

Isu Hoax Tsunami, BMKG Batalkan Tes Sirine Tsunami

Mukhlison Sri Widodo
25-08-2018 17:40

Tsunami Early Warning System.(Dok. BMKG/re1)

Mataram, Gatra.com - Rencana ujicoba aktivasi sireni tsunami 26 Agustus 2018 yang berlokasi di Kelurahan Ampenan Selatan, Kota Mataram, NTB urung dilaksanakan. 

 

Batalnya pemasangan test sirine tsunami tersebut batal dilakukan mengingat masyarakat yang resah pasca gempa dan terlebih lagi banyak isu hoax yang beredar tentang potensi bencana tanggal 26 Agustus. 

Kepala Stasiun Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, menyatakan, sesuai arahan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, aktivasi sirene tsunami tanggal 26 Agustus 2018 yang berlokasi di Kelurahan Ampenan Selatan, tidak dilaksanakan. 

“Guna menjaga kondusivitas masyarakat, tes alat pendeteksi tsunami yang bernama Tsunami Early Warning System (TEWS) batal dilakukan,” kata Agus Riyanto di Mataram, Sabtu (25/8).

Agus meminta masyarakat tetang tenang, tidak panik dan tetap waspada mengingat masih terjadinya gempa bumi susulan di Pulau Lombok. 

Selain itu dia meminta masyarakat untuk tidak mempercayai kabar gempa maupun tsunami yang beredar selain yang dikeluarkan oleh BMKG.

Karena BMKG merupakan satu-satunya instansi pemerintah yang mengeluarkan informasi kejadian gempa bumi maupun tsunami. 

“Bagi masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan selalu mengikuti informasi terkait kejadian gempa bumi dan tsunami di website resmi BMKG di www.bmkg.go.id atau melalui aplikasi BMKG yang tersedia di playstore,” pintanya.


Reporter : Hernawardi
Editor : Birny Birdieny

Mukhlison Sri Widodo
25-08-2018 17:40