Main Menu

Serunya Festival Tek Tek Banyumas Sambut HUT Kemerdekaan

G.A Guritno
27-08-2018 07:32

Festival Kentongan atau Tek Tek Banyumas.  (Dok.Humas Pemkab Banyumas/RT)

Purwokerto, Gatra.com – Musikalisasi kentong, penggarapan vokal, kreativitas koreografi dan busana tampil padu dalam festival musik tradisional Kentongan atau Tek Tek khas Banyumas. Festival itu menjadi salah satu dari perayaan HUT ke-73 Kemerdekaan RI yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas.



Sebanyak 27 grup kentongan perwakilan Kecamatan se-Kabupaten Banyumas, memeriahkan festival kentongan ini. Sebelum 27 group peserta lomba tampil, dua peserta eksebisi dari Satlinmas Kabupaten Banyumas dan Paguyuban Kentong Banyumas (Pakenmas) tampil memukau.

Festival dimulai sekitar pukul 20.30 WIB, Sabtu malam, di Alun-alun Kota Purwokerto dan dilepas oleh PJ Bupati Banyumas, Budi Wibowo. Puluhan ribu orang tumpah ruah di Alun-alun Kota Purwokerto dan sepanjang rute festival kentongan ini, Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto sampai perempatan Pasar Wage,

Budi Wibowo mengatakan kesenian tradisional kentongan ini dahulu namanya Tek Tek. Salah satu alat komunikasi untuk menginformasikan situasi. Sekarang menjadi musik kentongan sebagai hiburan dan sambutan para tamu.

“Seiring perkembangan, seniman mengembangkan menjadi berbagai alat kesenian kentongan. Saat ini kentongan sudah mendunia dan sudah pernah tampil di Malaysia serta Singapura," katanya, Minggu (26/8).

Penampilan kentongan ini semakin menarik lantaran tiap grup membawa properti dan busana berwarna-warni yang menambah meriah suasana. Koreografinya pun samakin atraktif.

Dipadukan dengan gerak langkah penabuh kentong yang energik membuat penari leluasa mengembangkan bakat seninya. Mereka tampil di depan panggung kehormatan yang berada di selatan Alun-alun Purwokerto, selama 5 menit.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Asis Kusumandani mengatakan Festival kentongan menjadi agenda rutin yang tiap tahun selalu ditunggu oleh masyarakat Banyumas.

Menurut dia, 27 grup kentongan ini merupakan grup unggulan perwakilan kecamatan se-Kabupaten Banyumas. Di luar itu, peserta bertambah dengan adanya dua peserta eksebisi dari Satlinmas dan Paguyuban Kentongan Banyumas (Pakenmas).

“Menampilkan gambaran perkembangan seni ketongan di Kabupaten Banyumas dari masa ke masa,” ucap Asis.

Dia menjelaskan, dalam festival kentongan setiap satu grup berjumlah 37-45 pemain. Alat musiknya terdiri dari Angklung, Bedug bas, Bedug celo, Eret-eret, Tamborin, Kentong minimal 20 buah, dan suling. Kemudian ada mayoret dan penari yang dibatasi maksimal sembilan orang.

“Untuk kriteria penilaian dalam festival, tim juri menilai mulai dari penggarapan musikalisasi kentong, kemudian penggarapan vokal, kreativitas, koreografi dan busana,” kata dia.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
27-08-2018 07:32