Main Menu

Polisi Surabaya Gagalkan Penjualan Obat Terlarang Rp 15 Milyar

Mukhlison Sri Widodo
27-08-2018 23:33

Rilis pelaku dan barang bukti narkoba di Mapolrestabes Surabaya. (GATRA/Abdul Hady JM/FT02)

Surabaya, Gatra.com - Satuan Reserse Narkoba Satreskoba Polrestabes Surabaya berhasil menggagalkan upaya penjualan obat terlarang jenis pil carnophen dan pil koplo sebanyak 7.870.000 butir. Bila diuangkan total diperkirakan senilai Rp.15 milyar.

 

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, polisi berhasil mengungkap kasus ini berawal dari penemuan barang melalui jasa ekspedisi pada 1 Agustus lalu.

Petugas mendapatkan sebanyak 150 ribu butir pil Carnophen dari jasa ekspedisi tersebut dan merupakan kiriman dari Jakarta.

"Kita lakukan penyelidikan, akhirnya kita pergi ke Banjarmasin, kita dapatkan dua tersangka," kata Kombes Pol Rudi Setiawan, di Mapolrestabes Surabaya, Senin (27/8).

Dua orang tersangka itu masing masing Muhammad Noor alias Ahmad (37), warga Perum Kompleks Nur Aisyah, Kalimantan Selatan, dan Abdul Azis (40), warga Banjarmasin, Kalimantan selatan.

Rudi menjelaskan, dua tersangka ini berperan sebagai kurir, yang menjual atau mengantar obat ini kepada pembeli, dan mengaku mendapatkan upah antara Rp 600ribu - Rp 1 juta, setiap kali transaksi. 

"Peredarannya sama seperti yang pernah diungkap beberapa waktu lalu, peredarannya di Jawa Timur. Bisa dibayangkan kalau ini lolos," tegasnya. 

Sementara untuk pembuat atau pemasoknya, lanjut Rudi, petugas masih terus melakukan penyelidikan. 

Namun dipastikan, barang haram ini berasal dari Jakarta dan Banjarmasin, kemudian diedarkan di Surabaya.

"Kita masih menunggu perkembangan dari tim kita. Barang dari Jakarta dan Banjarmasin, pabriknya sedang kita dalami," tandasnya.

Menurut Rudi, di pasaran pil carnophen dan pil koplo diperkirakan seharga Rp 2000 per butir, sehingga total barang bukti yang disita dari para pelaku senilai Rp 15 milyar.


Reporter : Abdul Hady JM
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
27-08-2018 23:33