Main Menu

PDIP: Pengganti Sandiaga Harus Mengerti Jakarta

Abdul Rozak
28-08-2018 09:11

Prasetio Edi Marsudi.(ANTARA/re1)

Jakarta, Gatra.com - Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta menegaskan tidak akan mencampuri pemilihan Wakil Gubernur DKI usai ditinggal Sandiaga Uno. Bagi PDIP, urusan pengganti Sandiaga adalah domain partai politik pengusung Anies Baswedan-Sandiaga yaitu PKS dan Gerindra.

Meski demikian, PDIP berharap wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno harus sosok yang memahami Jakarta. Selain itu, harus bisa meneruskan visi dan misi Anies-Sandi saat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

"Kita ngomong kriteria dulu, harus yang mengerti Jakarta dan meneruskan visi dan misi Sandiaga dalam pilkada kemarin, harus nyambung. Kita enggak ikut masalah siapa itu dari PKS atau Gerindra," kata Sekertaris DPD PDIP DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi di Jakarta, Selasa (28/7).

PDIP menunggu PKS dan Gerindra mengajukan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. Setelah itu, Fraksi PDIP menggelar rapat internal untuk menentukan sikap terkait wakil gubernur.

"Kita lihat nanti siapa yanb akan diutus oleh partai kita laksanakan. Kita rapat fraksi dulu sebelum kita putuskan," kata Pras.

Sandiaga secara resmi mundur sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Surat pengunduran diri dibacakan Sandi dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (27/8) kemarin sore.

Sandi mundur dari DKI karena ikut dalam kontestasi pilpres 2019-2024 berpasangan dengan Prabowo Subianto. Pasangan ini diusung koalisi Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat.

Sandi memilih mundur dari pada mengajukan cuti sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan anggaran, birokrasi, dan fasilitas negara, serta politisasi jabatan.

"Saya memilih untuk tidak mengambil cuti, dan mendahulukan kepentingan masyarakat Jakarta juga aspirasi rakyat Indonesia di atas kepentingan diri ataupun golongan," kata Sandiaga.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Iwan Sutiawan

Abdul Rozak
28-08-2018 09:11