Main Menu

Edukasi Gempa Tak Boleh Putus

Mukhlison Sri Widodo
28-08-2018 23:44

Edukasi hunian tahan gempa oleh BPBD DIY. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Meski dinilai makin sadar akan bahaya gempa, belajar dari Lombok dan gempa pada 2006, warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus terus diedukasi dan diingatkan untuk mewaspadai bencana ini.

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY, Biwara Yuswantana melihat sejak gempa pada 2006, warga pun berangsur-angsur menyadari pentingnya konsep hunian tahan gempa.

“DIY daerah rawan gempa. Meski sudah dua belas tahun berlalu, masyarakat harus terus diingatkan tentang bahaya gempa,” kata dia di Kantor BPBD DIY, Selasa (28/8).

Salah satu upaya untuk itu dengan mengenalkan konsep rumah tahan gempa. Konstruksi rumah tahan gempa akan memimalkan kerusakan dan hilangnya nyawa.

BPBD DIY bekerja sama dengan guru besar Fakultas Teknik Sipil dan Kebencanaan Universitas Islam Indonesia, Sarwidi pun menciptakan alat portabel peraga simulasi gempa.

Perangkat bernama simulasi ketahanan gempa atau Simutaga ini akan memberikan gambaran kekuatan gempa hingga 7,5 skala richter beserta dampaknya terhadap suatu bentuk dan desain bangunan. 

Untuk simulasi, di atas perangkat mekanik selebar satu meter persegi yang mampu bergoyang laksana gempa ini ditempatkan dua model rumah.

“Rumah pertama berkonsep rumah tahan, rumah satunya tidak. Saat Simutaga dioperasikan, rumah yang tak tahan gempa akan roboh,” ujar Sarwidi.

Dengan alat ini, masyarakat akan mengetahui kekuatan gempa dan dampaknya pada bangunan yang didesain tahan gempa.

Biwara mengatakan, sosialisasi dampak gempa melalui alat seharga Rp20 juta ini juga bisa dilengkapi dengan miniatur orang sebagai simulasi tanggap bencana.

Sarwidi menjelaskan, alat ini memudahkan penjelasan dan upaya edukasi soal gempa pada warga.

Dari alat ini juga bisa diketahui desain rumah yang tepat untuk meminimalkan kerusakan dan korban jiwa saat gempa.

“Kunci kekuatan rumah tahan gempa ada di tiang kolom dan rangkaian penyangga atap. Rumah tahan gempa terus dicari yang sekuat, semurah, dan secepat mungkin saat dibangun,” katanya.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
28-08-2018 23:44