Main Menu

BUMD Ajukan PMD 11 Triliun, Ini Jawaban Anies

Abdul Rozak
30-08-2018 15:06

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (GATRA/Ardi Widi Yansah/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Delapan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI ajukan Penyertaan Modal Daerah (PMD) Rp 10,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) 2018. Rencana suntikan modal untuk BUMD itu kemudian disorot oleh DPRD DKI Jakarta.

 

Awal menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies mewacanakan kemandirian BUMD. Salah satunya dengan mencoret anggaran PMD dalam APBD tahun 2018. Namun faktanya, PMD kembali diajukan dalam RAPBD-P 2018.

Lantas bagaimana jawaban Anies terkait hal itu? "Orientasi kegiatan BUMD nanti pada pembangunan. Itu lah fungsi yang biasa dilakukan oleh pemerintah, baru kemudian menggunakan dana APBD," ungkap Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (30/8).

Anies menambahkan fungsi BUMD tidak hanya mencari keuntungan dan komersial. Bisa menjadi kepanjangan tangan Pemprov DKI untuk melakukan pembangunan selain oleh instansi pemerintah. "BUMD maupun BUMN itu ada dua komponen, komersial dan pembangunan," pungkas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Berikut adalah delapan BUMD yang mengajukan PMD dalam RAPBD-P 2018 sebesar Rp 10,9 triliun :

  1. PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mengajukan Rp 3,6 triliun.
  2. PT Jakarta Propertindo mengajukan Rp 4,6 triliun.
  3. PD PAL Jaya mengajukan Rp 235 miliar.
  4. PD Dharma Jaya mengajukan Rp 79,4 miliar.
  5. PT Food Station Tjipinang mengajukan Rp 85,5 miliar.
  6. PT Pembangunan Sarana Jaya mengajukan Rp 935 miliar.
  7. PD Pasar Jaya mengajukan Rp 166 miliar.
  8. PDAM Jaya mengajukan Rp 1,2 triliun.

Reporter: Abdul Rozak

Editor: Birny Birdieni

Abdul Rozak
30-08-2018 15:06