Main Menu

Jalan Ambles 20 Meter Nyaris Isolasi Warga Limbangan Banjarnegara

Mukhlison Sri Widodo
30-08-2018 16:10

Ilustrasi - Jalan ambles (GATRA/Ridlo Susanto/FT02)

Banjarnegara, Gatra.com – Akses transportasi warga Limbangan Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara nyaris putus total usai jalan berstatus milik kabupaten di Dukuh Munggang ambles sepanjang 20 meter dan kedalaman dua meter.

 

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arif Rachman mengatakan selain ambles, di ruas jalan ini juga muncul retakan sepanjang 50 meter.

Menurut dia, hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas lewat jalan sementara. Adapun mobil, sama sekali tak bisa melintas. Papan larangan pun sudah terpasang. Sebab itu, warga meminta agar pemerintah segera memperbaiki jalan yang satu-satunya ke kota kecamatan dan desa lainnya ini.

“Karena ini menyangkut jalan kabupaten ya kita akan meminta PU, penanganannya. Kalau (Jalan ambles) Limbangan kan itu di luar perkiraan ya,” ujarnya, Kamis (30/8).

Arif mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera menangani jalan yang ambles ini. Pasalnya, jalan ini amat vital untuk akses pendidikan, ekonomi dan aktivitas warga lainnya.

Namun, penanganan di 2018 ini masih bersifat sementara. Adapun perbaikan total akan dilakukan pada 2019 mendatang. Terpenting, kata Arif, aktivitas warga tak terganggu.

“Tentunya, nanti kami akan melakukan pendekatan ke Dinas PU, tahun ini dikaji geologi. Kalau nanti mau digarap di 2019 kan harus dicek dulu kondisi tanahnya,” imbuhnya.

Arif mengakui, lazimnya longsor atau gerakan tanah memang terjadi pada musim penghujan. 

Khusus desa Limbangan, amblesnya jalan dan retakan diduga disebabkan oleh bocornya saluran irigasi yang berada di sisi atas badan jalan. Saluran irigasi yang bocor. “Ini di luar perkiraan ya,” ujarnya.

Lebih lanjut Arif mengemukakan, warga sebenarnya sempat mendapati gejala longsor pada kemarau tahun lalu. 

Namun, saat musim penghujan, retakan itu hilang atau kembali  menutup. Warga mengira retakan sudah tertutup secara alami.

Tetapi, secara tiba-tiba, di musim kemarau ini, rekahan kembali muncul disertai amblesnya badan jalan dalam skala cukup besar.

Namun begitu, Arif memastikan pergerakan tanah ini tidak mengancam pemukiman warga sekitar. Sebab, rumah penduduk berada di luar jangkauan longsoran. 

Meski begitu, ia mengimbau agar warga mengantisipasi datangnya musim penghujan yang berpotensi memperburuk kondisi area longsoran.

“Permukiman jauh. Namun, ini jalan umum ya otomatis harus jadi perhatian juga,” jelasnya.

Selain gerakan tanah di Dukuh Munggang, petugas BPBD juga menemukan retakan jalan di batas desa sisi barat. Sama dengan gerakan tanah di Dusun Munggang, retakan yang menandakan terjadinya pergeseran tanah itu diduga juga disebabkan bocornya saluran irigasi.


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
30-08-2018 16:10