Main Menu

Durian Bawor Asli Banyumas, Kementan Optimis Bisa Kalahkan Monthong

Birny Birdieni
30-08-2018 16:37

Durian Bawor Banyumas (Ist/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Widarso mengatakan buah durian varietas Bawor asal Banyumas digadang-gadang menjadi pesaing Durian Monthong. Sebab, keduanya memiliki kemiripan. Oleh karena itu, dia menjamin durian di wilayahnya mengungguli rasa durian manapun karena dihasilkan dari bibit unggul.

 

"Jadi yang paling penting, ini berhasil karena petani tidak mau memadukan bibit yang tidak jelas. Dia (petani) hanya mau mengelola bibit berkualitas. Dulu yang jamannya Durian Monthong, sekarang Durian Bawor yang menjadi incaran pecinta durian. Rasanya enak sekali", jelas Widarso di Banyumas berdasarkan keterangan pers yang diterima Gatra.com, Kamis (30/8).

Penyuluh Kecamatan Kemranjen, Nasipan menuturkan besarnya harga Durian Bawor ditentukan dari ukuran berat. Satu kilo durian pada musim panen dihargai rata-rata Rp 50 ribu, sementara berat rata-ratanya 3 kg per buah.

“Artinya, tergambar keuntungan para petani apabila puncak tanam di usia 5 tahun, satu pohon dapat menghasilkan 80 hingga 100 buah. Tak heran banyak penduduk kecamatan Kemranjen lebih memilih menjadi petani durian,” tuturnya.

"Selain menjual buah, kami juga menjual bibitnya. Harga berkisar Rp 5000 hingga Rp 2 juta per pohon,” sambungnya.

Sementara itu, Dirjen Hortikultura Suwandi yang turut menyaksikan areal pembibitan dan budidaya Durian Bawor mengajak siapa pun yang berkunjung ke Banyumas untuk mencicipi kelezatan buah asli Indonesia ini. Dengan begitu, masyarakat semakin menyadari kehebatan dan cinta terhadap buah lokal.

"Banyumas terkenal duriannya. Rasanya enak tenan. Durian lokal kita beragam varietasnya dan banyak sebarannya. Khusus di Banyumas ada Kromo Banyumas. Sayang kalau mampir tapi tidak mencicipi, bisa rugi. Mampir ke sini di Nopember, Desember, Januari. Durian lokal kita bagus. Mari cintai buah lokal," ujarnya.

Perlu diketahui, Banyumas sendiri memiliki varietas yang mirip Monthong. Masyarakat menamainya dengan sebutan Kromo Banyumas. Varietas yang sudah dilepas oleh Kementerian Pertanian inilah 'Monthong' nya Banyumas. Oleh masyarakat Banyumas, Kromo Banyumas memiliki cita rasa lebih kuat dari Durian Monthong aslinya.

Penamaan Bawor sendiri pada Durian Banyumas sendiri merupakan singkatan. Bawor diambil dari kata 'batang yang diowor-owor'. Dikarenakan batang akar yang bercabang dan merupakan perpaduan beberapa varietas. Ada pohon yang terdiri dari 3 akar batang, ada juga yang terdiri dari 4 batang. Tergantung mau menyilangkan berapa varietas di dalam satu pohon.

Durian Bawor sudah mulai berbuah di usia 3 tahun dan dalam satu tahun bisa panen sebanyak 3 kali. Durian Bawor sendiri juga memiliki beragam macam. Ada yang berkaki 2,3 bahkan lebih dari 4 tergantung berapa varietas yang disilangkan, sesuai dengan kehendak cita rasa yang diinginkan. Beratnya per buah rata - rata 3 kg.

Durian kebanggaan Banyumas ini utamanya dikembangkan di Kecamatan Kemranjen ini merupakan lambang kebangkitan durian kawasan Banyumas. Pohon durian tampak tumbuh di setiap pekarangan warga.

Soal rasa, durian ini jelas memiliki keunggulan sebanding dengan durian lokal lainnya. Dagingnya tebal dan aromanya kuat. Durian Bhineka Bawor dikenal karena memiliki kulit yang tipis, berbiji kecil, berbuah tebal dengan rasa yang nikmat. Rasanya, legit, manis, sekaligus bercampur sedikit pahit. Rasa semu pahit ini, bagi sebagian penikmat durian, adalah puncak cita rasa durian.

Buah ini mengalami puncak panen pada Januari dan Februari. Ketika memasuki masa panen, durian - durian ini ditemukan para penjual di pinggir jalan. Begitu pula di Kecamatan Kemranjen yang kini kesohor sebagai pusat durian sekaligus pusat pembibitan durian berkualitas.

Tak hanya Durian Bawor saja, petani juga mengembangkan durian lokal lain seperti Durian Cani, Matahari, Pelangi, Serombut, Petruk dan sebagainya dan berbagai varietas silang lainnya.


Reporter: Dara Purnama

Editor: Birny Birdieni

Birny Birdieni
30-08-2018 16:37