Main Menu

Pelajar SMP Ini Serahkan Kumpulkan Rp189 Juta untuk Korban Gempa Lombok

Mukhlison Sri Widodo
01-09-2018 19:46

Pengumpulan donasi oleh siswa Banyumas untuk korban gempa Lombok. (GARTA/Ridlo Susanto/FT02)

Banyumas, Gatra.com – Tragedi gempa Lombok yang terjadi berulang kali memicu keprihatinan dan empati di seluruh Indonesia. Siswa SMP di Banyumas secara sukarela mengumpulkan bantuan sejak beberapa pekan lalu.Hingga akhir pekan ini, terkumpul sebanyak Rp 189 juta.

 

Secara simbolis, sumbangan dari pelajar SMP Banyumas itu diserahkan oleh Asisten Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemkab Banyumas, Didi Rudwianto kepada Ketua PMI Banyumas Dibyo Yuwono, dalam Pembukaan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PMR XXV 2018 di Baturaden, yang berlangsung Jumat-Minggu, 31 Agustus – 2 September 2018.

Kepala Markas PMI Banyumas, Megianto mengatakan, dana sebasar ini dikumpulkan dalam satu hari, dalam program “ Donasi Satu Hari Untuk Lombok,” yang berlangsung pada tanggal 13 Agustus 2018.

Dia menerangkan, upaya ini dilakukan sebagai wujud solidaritas pelajar, khususnya tingkat SMP di Banyumas, kepada korban gempa bumi Lombok. Mereka dilatih untuk saling berbagi dan meringankan beban saudara yang tertimpa musibah.

“Kita menghimbau dan meminta kepada pihak sekolah, khususnya tingkat SMP dan masyarakat. Agar mau berbagi sebagian uangnya, ataupun dananya untuk peduli Lombok. Kami membuka rekening untuk Lombok, dengan nama Sehari Untuk Lombok,” katanya, Jumat (31/8).

Menurut dia, pengumpulan donasi ini juga berguna untuk melatih remaja agar mempunyai empati yang tinggi.

Selain di tingkat SMP, pengumpulan donasi di tingkat pelajar juga dilakukan oleh siswa SD dan SLTA. Berbagai kelompok masyarakat sipil dan mahasiswa juga melakukan hal yang sama.

Pada Jumbara kali ini pengumpulan donasi juga akan dilakukan dari peserta yang berjumlah 2.000 siswa, mulai dari tingkat SMP- SMA, serta tamu undangan. “Nantinya uang pengumpulan dana ini, akan di transfer ke PMI Jawa Tengah,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pada Jumbara PMR XXV 2018 berlangsung 31 Agustus - 3 September 2018 dilakukan berbagai perlombaan yang diikuti oleh 79 sekolah. Diantaranya lomba pertolongan pertama kepada pasien, dan lomba kecakapan pertolongan dan kesehatan lainya.

“Dengan tujuan untuk menyiapkan manusia yang mempunyai rasa kemanusian yang tinggi, sehingga mampu saling membantu,” ujarnya.


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
01-09-2018 19:46