Main Menu

Tiga Bacaleg Purbalingga Dikritisi Masyarakat, Salah Satunya Dituduh Korupsi

Mukhlison Sri Widodo
03-09-2018 20:37

3 Bacaleg Purbalingga Tuai Respon Masyarakat, Salah Satunya Dituduh Korupsi. (GATRA/Ridlo Susanto/RT)

Purbalingga, Gatra.com - Tiga bakal calon legislatif (bacaleg) untuk anggota DPRD Kabupaten Purbalinga periode 2019-2024 yang tercatat di Daftar Calon Sementara (DCS) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 menuai tanggapan dari masyarakat.

 

Ketua KPU Purbalingga, Sri Wahyuni mengatakan ketiga bakal caleg tersebut berasal dari Partai PKB, Partai Berkarya dan PAN. Caleg dari PKB dan Partai Berkarya menuai protes lantaran merupakan tenaga honorer di Kabupaten Purbalingga.

“Sedangkan bacaleg dari PAN, menuai tanggapan masyarakat karena diduga terlibat praktik korupsi,” katanya, saat dihubungi Gatra.com, Senin (3/9).

Tanggapan masyarakat tersebut disampaikan oleh empat warga Purbalingga melalui media sosial maupun datang langsung ke KPU Purbalingga. Setelah mendapatkan tanggapan masyarakat tersebut, KPU Purbalingga pun melakukan klarifikasi langsung.

Hasilnya, kata dia, tuduhan bahwa Bacaleg PAN terlibat praktek korupsi adalah tuduhan tak berdasar. Pasalnya, setelah diklarifikasi, yang bersangkutan bisa membuktikan dirinya bersih.

“Yang bersangkutan juga bisa menunjukkan SKCK dari kepolisian dan surat tidak ada kasus hukum dari pengadilan,” tandasnya.

Adapun tanggapan soal Bacaleg merupakan tenaga honorer memang faktual. Karenanya, KPUD Purbalingga meminta agar PKB dan Partai Berkarya segera memasukkan nama pengganti Bacaleg yang tercatat sebagai tenaga honorer Kabupaten Purbalingga.

Partai diberi kesempatan mengajukan pengganti antara tanggal 4 September hingga 10 September ini. “Memang dalam aturan tidak boleh. ASN harus mengundurkan diri. Tapi yang bersangkutan sepertinya lebih memilih menjadi tenaga honorer,” ujarnya.

Yuni pun mengapresiasi tanggapan yang masuk masyarakat walau jumlahnya tak banyak. Hal ini menunjukkan masyarakat Purbalingga sudah mampu mengkritisi calon-calon legislatif.

“Ini berarti ya bagus ada respon yang baik dari masyarakat setidaknya masyarakat Purbalingga tidak terkesan apatis dalam menyikapi calon-calon wakil rakyat untuk lima tahun mendatang,” imbuhnya.


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
03-09-2018 20:37