Main Menu

Minim Koordinasi, Ratusan Sopir Angkot Mendemo Bus Rapid Transit Purbalingga

G.A Guritno
04-09-2018 05:50

Unjuk rasa awak angkot Purbalingga menolak beroperasinya BRT Purwokerto-Purbalingga di Alun-alun Purbalingga . (GATRA/Dinkominfo PBG/re1)

Purwokerto, Gatra.com – Sebanyak 200-an sopir dan awak angkot Purbalingga yang tergabung dalam Osaka berunjuk rasa menolak rute baru Bus Rapid Transit (BRT) Jawa Tengah Koridor 1 Purwokerto-Purbalingga yang melintas di Alun-alun Purbalingga, Senin (3/9).



Pasalnya, Alun-alun sebelumnya tak termasuk dalam jalur resmi BRT. Melintasnya BRT di Alun-alun Purbalingga dianggap akan mengancam keberadaan angkot dan alat transportasi lain yang sudah beroperasi sebelumnya.

Sekretaris Osaka, Liskam mengatakan keresahan awak angkot berawal dari hari Minggu, 2 September 2019. Saat itu, awak angkot dibikin kaget dengan melintasnya BRT Purwokerto-Purbalingga di Alun-alun Kota Purbalingga.

Menurut dia, awak angkot khawatir BRT masuk ke dalam kota, dalam hal ini mengitari alun-alun Purbalingga. Meski di alun-alun tak ada haltenya, namun awak angkot merasa terganggu oleh BRT mengitari alun-alun.

“Kami meminta agar BRT tidak memasuki alun-alun, dan kami telah melakukan koordinasi dengan pihak Provinsi (Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah-red), pihak operator dan pihak manajemennya. Intinya kami tidak menginginkan unjuk rasa terulang kembali,” katanya, di depan Markas Damkar Purbalingga.

Sobirin, wakil pihak operator BRT Purwokerto-Purbalingga menyanggupi permintaan Osaka. Dia menjamin, BRT tak akan melintas lagi di Alun-alun Purbalingga. BRT Purwokerto-Purbalingga bakal kembali hanya melintas di jalur yang telah ditentukan.

Sobirin menjelaskan, BRT terpaksa melintas berputar di alun-alun untuk menutup jarak tempuh BRT yang telah ditentukan yakni 28,6 kilometer. Dari tujuh armada, hanya satu yang jarak tempuhnya terpenuhi. Adapun lainnya, berkisar antara 28 hingga 28,4 kilometer.

Jarak tempuh BRT baru terpenuhi sesuai dengan kontraknya ketika melintas memutari alun-alun. Setelah ada unjuk rasa ini, dia berjanji BRT akan mencari rute lain yang tak mengganggu angkot. Dia pun beralasan, melintasnya BRT di Alun-alun Purbalingga tak disosialisasikan terlebih dahulu sehingga memicu gejolak.

“Karena ini tingkatannya masih uji coba sehingga masih ada kalkulasi lain untuk melihat atau mengalihkan rute yang lain yang tidak mengganggu angkutan kota,” tandasnya, dalam keterangan tertulis yang diterima GATRA, Senin malam.

Sementara, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Purbalingga, Heri Deviantoro mengatakan BRT adalah program baru di Purbalingga. Sebab itu, butuh koordinasi yang baik untuk seluruh pihak dan instansi terkait.

Koordinasi ini terutama untuk rute dan posisi halte BRT. Dengan begitu, BRT Purwokerto-Purbalingga tak mengganggu angkutan yang terlebih dahulu beroperasi di Purbalingga.

“Kita menyambut baik kesepakatan yang telah dilakukan antara Osaka dan operator BRT, dikarenakan pada kesepakatan awal alun-alun bukan merupakan rute yang dilintasi oleh BRT,” jelas Heri.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
04-09-2018 05:50