Main Menu

Asian Games Tak Pengaruhi Tingkat Konsumsi Masyarakat Palembang

Iwan Sutiawan
04-09-2018 11:53

Suasana jembatan Ampera di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (18/8) (ANTARA/Septianda Perdana/FT02

Palembang, Gatra.com - Pelaksanaan Asian Games di Palembang, Sumatera Selatan (Susmel) pada minggu kedua bulan Agustus lalu tidak berpengaruh langsung terhadap konsumsi masyarakat. Pada bulan itu, Palembang malah mengalami deflasi 0,17 %.

 

Kepala BPS Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, pada bulan Agustus, Palembang mengalami deflasi yang memperlihatkan adanya penurunan konsumsi masyarakat yang diiringi dengan penurunan harga komoditas. Kondisi tersebut membuat nilai indeks harga konsumen di Palembang malah tergerus menjadi deflasi.

"Untuk kenaikan konsumsi malah tidak terjadi selama bulan Agustus. Palembang mengalami deflasi 0,17 %, dan kondisi disebabkan penurunanya konsumsi masyarakat," kata Endang di Palembang, Senin (3/9).

Adapun penyumbang yang menyebabkan penurunan konsumsi masyarakat di antaranya daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras. Menurut Endang, komoditi tersebut tersedia di pasaran namun konsumen mengurangi jumlah konsumsinya pada komoditas tersebut selama bulan Agustus.

"Salah satu faktor pengukur inflasi atau deflasi ialah konsumsi masyarakat. Saat konsumsi masyarakat menurun pada beberapa komoditi, maka akan memengaruhi daya beli dan harga," katanya.

Pengukuran indek harga komsumen baik inflasi dan deflasi merupakan pembanding dengan bulan sebelumnya. Kata Endang, deflasi yang terjadi di Palembang akibat pengukuran indek harga konsumsen pada Agustus dibandingkan bulan Juli.

"Meski pada Agustus juga merayakan Idul Adha, namun tidak signifikan menaikkan konsumsi sehingga menyebabkan inflasi. Mungkin juga terjadi pengalihan pengeluaran dari konsumsi ke pengeluaran lainnya," ucap Endang.

Kelompok pengeluaran lainnya yang mengalami penurunan konsumsi yakni sandang, seperti emas dan perhiasan. Sementara lima pengeluaran lainnya yang mengalami kenaikan indeks harga, seperti pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,23 %, perumahan air-listrik dan bahan bakar sebesar 0,19 %.

Kenaikan indeks harga lainnya terjadi pada kesehatan sebesar 14% serta transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,12% dan kelompok makanan jadi yakni minumuman dan rokok sebesar 0,06%. "Sedangkan yang perlu juga diantisipasi nantinya, yakni penetapan tarif dasar penerbangan yang diproyeksikan berimbas pada konsumsi masyarakat," ujarnya.

Sementara kuartal waktu yang perlu dijaga guna mengendalikan inflasi yakni mendekati akhir tahun. Kata Endang, bulan Agustus yang berada pada kuartal ketiga akan menghadapi akhir tahun yang bertepatan dengan hari raya Natal dan tahun baru sekaligus libur sekolah.

"Pengalaman sebelumnya, inflasi memang tinggi di akhir tahun. Hal ini bisa diantisipasi oleh tim pengendali inflasi di Sumsel sejak sekarang," ucapnya.

Tidak seperti Palembang, Kota Lubuk Linggau, Sumsel mengalami inflasi. Hal ini lebih disebabkan dengan kenaikan konsumsi masyarakat pada bahan bakar rumah tangga, jeruk, dan telur ayam ras. Penyumbang inflasi tertinggi lainnya seperi biaya bimbingan belajar, sekolah, daging ayam ras, dan bawang merah.


Reporter: Tasmalinda
Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
04-09-2018 11:53