Main Menu

Tujuh Penambang Emas Ilegal Jambi Masih Belum Dapat Dievakuasi

Birny Birdieni
04-09-2018 12:55

Ilustrasi - Pertambangan emas ilegal (Shutterstock/FT02)

Artikel Terkait

Jambi, Gatra.com- Hingga hari ketiga sejak dilaporkannya tujuh penambang emas ilegal yang terjebak dalam lubang galian mereka sendiri di Desa Parit Tanjung, Kabupaten Merangin, Jambi, Tim SAR Provinsi Jambi masih kesulitan mengevakuasi mereka.

 

"Akses menuju lokasi hanya dapat ditembus lewat jalur air, sehingga mobilisasi peralatan sangat sulit. Alat berat tidak dapat masuk lokasi," kata Kepala Kantor Basarnas Provinsi Jambi, Al Hussain dikutip dari Antara, Selasa (4/9).

Hussain menjelaskan bahwa evakuasi korban hanya dapat diakses dari lubang jarum, padahal lubang jarum tersebut sudah tertutup longsor dan air.

Sejauh ini, upaya yang dilakukan Tim SAR adalah penyedotan air yang mengenangi lubang jarum dengan harapan ada korban yang tertarik keluar.

Tim evakuasi korban terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD. Yakni Tim Rescue Pos SAR Bung satu 1 tim (9 orang), BPBD Merangin dua orang, Brimob 15 orang, Polres Merangin 15 orang, TNI AD 15 orang dan dibantu masyarakat setempat.

Sebagai informasi, ketujuh petambang di tersebut diketahui mencari emas dengan metode membuat lubang galian yang oleh warga setempat disebut sebagai lubang jarum dengan kedalaman mencapai 30-50 meter.

Aktivitas ilegal ini sangat berisiko, sebab mereka membuat lubang tepat di bawah Sungai Merangin, salah satu sungai besar dengan bebatuan yang ada di daerah itu.

Umumnya lubang jarum petambang emas ilegal itu pertama digali vertikal, kemudian penambang membuat lubang horizontal lagi yang mengarah di bawah sungai.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
04-09-2018 12:55