Main Menu

Bulog Jawa Timur Operasi Pasar Kendalikan Harga

Mukhlison Sri Widodo
04-09-2018 20:40

Badan Urusan Logistik Divisi Regional Jawa Timur menggelontorkan 80.500 kilogram beras medium atau 80,5 ton, guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga pangan. (GATRA/Abdul Hady JM/RT)

Surabaya, Gatra.com - Badan Urusan Logistik Divisi Regional Jawa Timur menggelontorkan 80.500 kilogram beras medium atau 80,5 ton, guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga pangan.

 

Sekitar 13 kantor Bulog Sub Divre di Jatim juga melakukan program serupa, dengan memasok beras medium ke sejumlah pasar yang masuk dalam pencatatan Badan Pusat Statistik (BPS). 

Meski hanya di pasar pasar pencatatan BPS, Kepala Bulog Divre Jatim, Muhammad Hasyim menjamin beras medium juga tersedia di luar pasar pencatatan BPS, serta gerai gerai Rumah Pangan Kita (RPK) milik Bulog, bahkan kerjasama dengan distributor. 

"Bulog menyediakan sebanyak 15 ribu ton perhari. Di Jatim kami tidak membatasi (berapa pun permintaan beras medium, red)," ujarnya.

Saat ini, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp 9.450 perkilogram. Dengan program ini, penjual atau pedagang bisa membeli beras Bulog dengan harga lebih murah, namun tetap mendapat untung. 

"Kalau beli ambil sendiri di Bulog, kami beri harga Rp 8.100, tapi jika diantar jadi Rp 8.350. Sehingga pedagang masih punya untung, dan tidak menjual diatas HET," tandasnya. 

Menurut Hasyim, program ini tidak ada batas waktu, dan pihaknya akan menyediakan berapa pun beras yang dibutuhkan.

"Dengan kegiatan ini diharapkan tidak ada gejolak harga," ujarnya. Stok beras di Jatim lebih dari cukup, saat ini beras di gudang mencapai 600 ribu ton.


Reporter: Abdul Hady JM
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
04-09-2018 20:40