Main Menu

Jelang Dilantik Gubernur, Ganjar Merasa Makin Kurus

Mukhlison Sri Widodo
04-09-2018 22:28

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin. (GATRA/Arief Koes/RT)

Semarang, Gatra.com - Ganjar Pranowo berseloroh badannya makin kurus jelang menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah periode kedua, 2018-2023. Pembangunan sumber daya manusia menjadi inti program kerjanya.

Ganjar dan Wakil Gubernur Taj Yasin dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9), maju 12 hari dari jadwal semula. Menjelang pelantikan, menurut Ganjar, ada yang berbeda.

Ganjar mengatakan dia harus pergi ke penjahit lagi untuk membuat seragam. Sebab dia merasa semakin kurus. "Seragam yang kemarin kegedean. Tambah kuru (kurus). Aneh memang," seloroh Ganjar dalam rilisnya, Selasa (4/9).

Selain soal seragam, Ganjar tidak memasalahkan pelantikan yang dipercepat. "Mengikuti ketentuan di mana pilkada ingin diserentakkan masa jabatannya. Kami serahkan pada Mendagri. Sebenarnya mau tanggal 17 September, mau hari ini mau besok, bobotnya buat saya sama saja. Kalau kami sih siap-siap saja. Sesimpel itu saja," katanya.

Untuk persiapan, Ganjar mengaku sudah siap. "Secara administratif teman-teman Pemprov, Kemendagri, dan Istana sudah memberikan rundownnya. Sudah siap," ujarnya.

Menurut Ganjar, ada dua garis inti dalam penyusunan program kerja, yakni kesehatan dan pendidikan. Ganjar mengatakan, penentuan dua sektor itu disaring setelah menerima pemikiran dari sejumlah pakar. 

"Saya mendorong untuk pendidikan yang utama. Jadi pembangunan SDM. Maka politik anggaran kami naikkan," kata Ganjar.

Untuk sektor pendidikan, ia menyiapkan bantuan terhadap lembaga-lembaga pendidikan. Ini menjadi salah satu janji politik Ganjar dan Yasin kepada masyarakat.

"Yang menjadi janji politik Insya Allah kami siapkan, kami laksanakan, termasuk mereka yang berada di pondok pesantren," katanya.

Meski siap mengucurkan bantuan, Ganjar menggarisbawahi penambahan anggaran untuk pendidikan bukan sekadar untuk pembangunan fasilitas. Namun ia menghendaki pembangunan pribadi masyarakat Jateng.

"Moral, etik, karakter yang coba kami bangun sebagai anak bangsa. Sehingga kami harapkan orang Jateng tidak gampang musuhan. Pinternya itu secara emosional, juga secara moral. Ini yang 

kami dorong di 2019 ini," katanya.

Untuk program kerja prioritas yang lain, Ganjar mengatakan akan terus fokus dalam penurunan angka kemiskinan. Meskipun, kata dia, Jateng menjadi provinsi terbaik dalam penurunan angka kemiskinan se-Indonesia.

"Problem Jawa Tengah masih kemiskinan. Pengembangan ekonomi rakyat masih menjadi prioritas. Ini yang coba kami dorong," katanya.


Reporter: Arif Koes
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
04-09-2018 22:28