Main Menu

Bandara Karimunjawa Siap Terima Lebih Banyak Penerbangan Wisata

Mukhlison Sri Widodo
05-09-2018 09:24

Bandar Udara Dewandaru, Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.(GATRA/Arif Koes/re1)

Jepara, Gatra.com - Bandar Udara Dewandaru, Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, terus dibenahi untuk menunjang akses ke lokasi wisata ini.Menanti lebih banyak maskapai dan penyedia jasa wisata terbang ke Karimunjawa.

 

Keberadaan Bandara Dewandaru membuka dan menambah akses ke tujuan wisata unggulan Jateng ini yang selama ini mengandalkan transportasi laut. Dewandaru, berada di Pulau Kemujan, dibangun sejak 1991 dan Dewandaru beroperasi pada 1994.

Maskapai seperti Deraya dan Susi Air pernah membuka penerbangan ke Dewandaru. Saat ini, ada dua  maskapai yang beroperasi. 

Maskapai Airfast membuka jalur Surabaya-Karimunjawa dalam empat hari. Satu hari untuk berangkat, satu hari berikutnya untuk pulang. Dengan model carter, kapasitas pesawat perintis ini hanya 13 kursi.

Dalam sebulan ini, maskapai Nam Air juga terbang dari Bandara Ahmad Yani, Semarang, ke Karimunjawa. Jadwalnya dua kali dalam sepekan yakni Jumat dan Minggu dengan satu hari untuk pergi pulang. Kapasitas penerbangan ini 40-50 kursi. Saat ini, Nam Air tengah membuka tarif promo, Rp550 ribu. Tarif reguler mencapai Rp800 ribu.

Selama ini, bandara Dewandaru lebih banyak digunakan untuk pesawat carter wisatawan asing, terutama tamu Kura-kura Resort di Pulau Kura-kura, Karimunjawa. Pesawat pribadi juga diperbolehkan mendarat dan terbang di Dewandaru namun harus izin terlebih dahulu.

Petugas Kementerian Perhubungan Nur Rahman di Dewandaru menyebut pesawat yang bisa dilayani di bandara ini memang baru pesawat kecil seperti perintis dan ATR dengan kapasitas terbatas. “Landasan bandara ini masih pendek baru 1200 meter,” ujar dia saat ditemui Gatra.com, Selasa (4/9).

Tahun ini, landasan diperpanjang lagi 300 meter. Di ujung landasan, seperti disaksikan Gatra.com, sejumlah alat berat memang terus bekerja mengeruk tanah di sana. Dari lahan desa dan jalan darat, tanah dikeruk hingga sedalam 7meter hingga 8 meter agar lurus dengan landasan pacu bandara.

“Kami berharap airlines-airlines lain juga membuka penerbangan ke Karimunjawa,” ujar Rahman yang bertugas di Dewandaru sejak 2009.

Pelaku jasa perjalanan wisata dari Semarang, Lilik Riyanto, mengatakan penerbangan ke Karimunjawa lebih banyak diisi wisatawan mancanegara. “Untuk wisatawan domestik belum,” ujar pengurus Paguyuban Pelaku Wisata (PPW) Jawa Tengah ini.

Selama ini penerbangan Semarang-Karimunjawa menjadi satu dengan paket wisata eksklusif seperti ke Kura-kura Resort. Hanya untuk wisata dalam sehari semalam, termasuk untuk penerbangan pulang pergi, tarifnya mencapai Rp3,5 juta per orang. 

“Beberapa turis mengkombinasikan, berangkat naik pesawat pulang pakai kapal, supaya bisa lebih lama di Karimunjawa,” kata pemilik biro travel Ataya ini.

Pengusaha jasa travel lain, Agus Bintoro, juga mengatakan pengguna jasanya masih memilih menggunakan transportasi laut daripada pesawat. Dengan begitu, berwisata di Karimunjawa jadi lebih lama dengan biaya terjangkau.

“Tarif pesawatnya masih berat,” kata pengurus PPW dari biro perjalanan Kinarya, Semarang, ini saat mengunjungi Bandara Dewandaru bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jateng.


Reporter: Arif Koes
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
05-09-2018 09:24