Main Menu

Gubernur DKI: Ganjil Genap Bikin Kendaraan Makin Banyak

Abdul Rozak
05-09-2018 15:10

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (GATRA/Ardi Widi Yansah/re1)

Jakarta, Gatra.com - Kebijakan pembatasan kendaraan roda empat dengan sistem ganjil genap di Jakarta tidak akan dipermanenkan dan diperluas. Efek ganjil genap dinlai hanya sementara dan jangka pendek.

 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sistem ganjil genap hanya berlaku sampai Asian Paralympic Games 2018 selesai pada 16 Oktober 2018. Setelah itu, pembatasan roda empat dengan sistem ganjil genap ditiadakan.

"Perubahan perilaku yang terjadi dalam ganjil genap sifatnya temporer. Sesudah Asian Games lalu tidak perpanjang sampai Asian Para Games," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (5/9).

Anies menambahkan, dampak di banyak negara yang memberlakukan sistem ganjil genap dampaknya hanya sementara. Yaitu pengguna kendaraan berpindah ke angkutan umum. Selain itu, ganjil genap mendorong masyarakat memiliki kendaraan roda empat lebih dari satu unit. Sehingga menimbulkan kemacetan lebih parah di Ibu Kota.

"Tapi dalam jangka panjang ternyata dampaknya beda, yang terjadi sebagian justru memiliki kendaraan tambahan. Jadi bukan mengurangi kemacetan tapi nambah jumlah kendaraan," kata Anies.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Iwan Sutiawan

Abdul Rozak
05-09-2018 15:10