Main Menu

Awal Musim Penghujan Jateng Selatan Tiba di Pertengahan Oktober, Ayo Hemat Air

Hidayat Adhiningrat P.
05-09-2018 20:32

Petugas BMKG mengecek berbagai instrumen cuaca. (GATRA/Ridlo Susanto/re1)

Cilacap, Gatra.com – Hujan intensitas ringan terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas pada awal September ini. Namun, ternyata hujan intensitas ringan ini bukanlah awal musim penghujan.

 

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Cilacap, Rendy Krisnawan, mengatakan awal musim penghujan di Jawa Tengah bagian selatan diperkirakan baru akan terjadi pada pertengahan Oktober hingga pertengahan November 2018 mendatang.

Soal hujan di musim kemarau, dia menjelaskan, musim kemarau bukan berarti tanpa hujan sama sekali. Sebenarnya kadang masih ada hujan ringan untuk beberapa waktu yang terjadi di wilayah yang berbeda dan bersifat tidak merata.

“Karena kondisi atmosfer yang labil dan basah untuk saat ini,” katanya kepada Gatra.com, Rabu (5/9).

Rendy menerangkan, diperkirakan awal musim hujan antara satu wilayah dengan lainnya pun tidak datang di waktu yang bersamaan. Hal ini dipengaruhi kondisi wilayah atau biasa disebut ZOM (Zona Musim).

ZOM, kata dia, adalah daerah yang pola hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan periode musim hujan. Wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas daerah administrasi pemerintahan.

Dengan demikian satu kabupaten atau kota bisa saja terdiri dari beberapa ZOM. “Sebaliknya satu ZOM dapat terdiri dari beberapa kabupaten," katanya.

Dia mencontohkan, di kabupaten Cilacap misalnya, awal musim penghujan akan tiba tak bersamaan. Musim hujan untuk wilayah Cilacap timur dan utara akan terjadi pada awal November. Namun, wilayah Cilacap tengah akan tiba lebih cepat, yakni pada akhir Oktober.

Sebaliknya, wilayah Cilacap tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat, musim hujan diperkirakan akan tiba lebih lambat, sekitar pertengahan November.

“Untuk wilayah bagian selatan hingga Cilacap bagian timur, dan juga Cilacap bagian utara, musim hujan dimulai pada sekitar awal November. Lalu untuk wilayah Cilacap bagian tengah, dimulai sekitar pada akhir Oktober,” ujarnya.

Lebih lanjut Rendy memperkirakan, di Kabupaten Banyumas, pada umumnya awal musim penghujan terjadi pada akhir Oktober. Akan tetapi, untuk wilayah Banyumas wilayah tenggara, yang berbatasan dengan Kebumen dan Cilacap, awal musim hujan sekitar pertengahan pertengah Oktober.

Adapun Kebumen, pada umumnya awal musim penghujan tiba pada awal bulan November, meliputi Kebumen selatan dan tengah. Tetapi, Kebumen wilayah utara, musim hujan dimulai pada akhir Oktober.

Dia menambahkan, ZOM yang berbeda dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain kontur tanah, kondisi geografis, topografi wilayah dan faktor regional lainnya.

Seperti diketahui, Kemarau panjang menyebabkan seluruh kabupaten wilayah Jawa Tengah bagian selatan mengalami krisis air bersih. Di Cilacap, saat ini ada sekitar 25 desa di 10 kecamatan yang terdampak krisis air bersih.

Adapun di Banyumas, sebanyak 28 desa di sembilan kecamatan telah mengalami krisis air bersih. Krisis air bersih ini diperkirakan akan terus meluas hingga musim penghujan tiba.


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
05-09-2018 20:32