Main Menu

PPT Harapan Purbalingga Terus Dampingi Bocah 7 Tahun Korban Penganiayaan Ibu Tiri

Bernadetta Febriana
05-09-2018 20:45

Plt. Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi saat berkunjung menemui IM, bocah 7 tahun korban penganiayaan ibu tiri. (Dok. Dinkominfo PBG/re1)

Artikel Terkait

Purbalingga, Gatra.com – Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdalduk KB P3A) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah saat ini telah melakukan pendampingan terhadap IM (7 th), bocah yang diduga dianiaya ibu tirinya.


Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Astutiningsih mengatakan, sejak video korban IM tersebar pekan lalu, pihaknya langsung menuju SD dimana luka penganiayaan pertama kali diketahui.


“Siang itu juga kami meluncur menuju SD Pagerandong, lalu menuju Polsek Kaligondang melaporkan adanya dugaan kekerasan pada anak dan selanjutnya menuju Polres Purbalingga,” ujarnya, Selasa (5/9).


Astutiningsih menjelaskan, Dinsosdalduk KB P3A bersama beberapa stake holder yang tergabung dalam PPT Harapan (Hapus Kekerasan Perempuan dan Anak) yang terdiri dari Polres dan Kejaksaan pada hari itu langsung rapat koordinasi. Saat itulah anggota Polres Purbalingga menyampaikan adanya video hasil kekerasan tersebut di tengah rapat.


Bidang P3A yang membawahi PPT Harapan langsung melakukan pendampingan mulai dari visum korban kekerasan, pendampingan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) hingga pendampingan untuk terapi psikologis korban.


Saat ditemui pertama kali oleh tim PPT Harapan, lanjut Astutiningsih, IM terlihat tertekan dan bahkan tidak melemparkan senyum barang sebentar. Namun, saat ini kondisi korban sudah membaik.


“Saat pertama kami temui, dia terlihat murung, diam dan ketakutan. Namun kami melakukan pendekatan dengan cara memberikan apa yang dia sukai seperti mainan dan sekarang sudah jauh stabil kondisinya,” imbuhnya.


Dia menjelaskan, pendampingan psikologi yang dilakukan oleh psikolog dari Polres Purbalingga yang tergabung dalam PPT Harapan juga masih akan terus dilakukan selama dibutuhkan.


Astuti menambahkan, Dinsosdalduk KB P3A telah memberikan bantuan juga berupa sembako dan santunan kepada korban yang saat ini tinggal bersama neneknya.


Astuti pun mengimbau kepada masyarakat untuk berperan aktif menghapus kekerasan khususnya pada anak. Jika masyarakat mendapati tetangga (yang masih anak) mereka yang murung, apalagi terdapat luka dan diketahui itu dari hasil kekerasan, maka pihaknya mengimbau untuk melapor ke pihak-pihak terkait atau minimal ke pemerintah Desa untuk diteruskan kepada pihak yang berwenang.


“Selama ini masyarakat takut bahkan malu untuk melapor. Mereka juga beranggapan laporan akan dikenai biaya padahal semua itu gratis,” imbuhnya.


Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
05-09-2018 20:45