Main Menu

Titipan Jokowi Untuk Ganjar Pranowo

Bernadetta Febriana
05-09-2018 21:34

Pasangan Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen (Dok. Gatra/yus4)

Semarang, Gatra.com - Saat dilantik menjadi Gubernur Jawa Tengah di Istana Negara, Rabu (5/9) siang, Ganjar Pranowo menyebutkan dirinya memperoleh titipan khusus dari Presiden Jokowi. Jokowi minta Ganjar dan Wagub Taj Yasin Maimoen membangun sumber daya manusia dan menumbuhkan ekonomi kerakyatan.

 

Ganjar menjelaskan penerapan ekonomi kerakyatan harus dengan mengedepankan kearifan lokal. "Ada tiga hal yang sudah kita lakukan. Pertama potensi yang ada dipastikan butuh pengetahuan dan keterampilan. Kedua butuh akses modal. Ketiga butuh pendampingan," kata Ganjar yang didampingi Taj Yasin.

Langkah itu kemudian bakal dipadu dengan teknologi agar produk Jateng makin cepat masuk pasar.

"Nah pendampingan itu untuk QC (quality control) agar kita bisa masuk pada standard pasar. Publik itu menghendaki produk-produk yang bagus," katanya.

Oleh karena itu, dia meminta pelaku ekonomi di Jateng mampu menyesuaikan kemampuan diri dan kualitas produk dengan perkembangan zaman.

"Pemerintah membantu pemasaran dan itu tidak cukup dengan cara konvensional. Mesti menggunakan teknologi informasi yang bagus untuk memperkenalkan produk-produk," katanya.

Selain soal ekonomi kerakyatan, Ganjar dan Yasin juga diwanti-wanti Jokowi soal investasi. "Perizinan murah, mudah, cepat. Tapi integritas tidak boleh hilang. Itu yang disampaikan," katanya.

Atas dua pesan Jokowi itu, Ganjar menganggapnya sebuah peringatan besar agar semua pihak 'menggeruduk' pembangunan ekonomi. Untuk itu, Ganjar akan semakin erat menggandeng bupati dan walikota.

"Itu suatu meriam untuk para gubernur. Ini bazoka. Menurut PP 33 Tahun 2018, Gubernur boleh memberikan penghargaan sekaligus boleh memberikan sanksi. Maka kami ingin membangun integritas pemerintahan. Kami sudah usulkan apa yang perlu diperbaiki dalam perencanaan anggaran, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi," katanya.


Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
05-09-2018 21:34