Main Menu

Polres Kebumen Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Dana Desa

Hidayat Adhiningrat P.
06-09-2018 08:00

Polres Kebumen tetapkan 3 tersangka korupsi dana desa Candiwulan, Kebumen. (Dok.Humas Polres Kebumen/RT)

Kebumen, Gatra.com – Kepolisian Resor Kebumen, Jawa Tengah menetapkan tiga tersangka kasus korupsi dana desa Candiwulan Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Mereka diduga merugikan negara sebesar Rp307.162.150.

 

Kapolres Kebumen, AKBP Arief Bahtiar mengatakan, tiga tersangka tersebut adalah Kepala Desa Candiwulan, SF (35 th), SP (28 th) Direktur CV Arya Wiguna selaku penyedia barang dan jasa, serta WH (36 th) selaku konsultan pekerjaan proyek yang anggarannya berasal dari dana desa.

Dia menerangkan, tiga tersangka ditangkap pada pada Jumat (27/07) silam. Setelah rangkaian penyelidikan, kini ketiga orang itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Berkasnya pun siap dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kebumen.

“Kini berkas pemeriksaan sudah P-21 siap dikirim ke Kejaksaan Negeri Kebumen," katanya, Rabu (5/9).

Menurut dia, kasus ini bermula pada tahun 2015 saat Desa Candiwulan Kecamatan Kebumen melakukan kegiatan pemeliharaan jalan desa yang bersumber dari Dana Desa (DD) sebesar Rp639.485.000.

Namun, kata dia, dari hasil pemeriksaan audit pekerjaan pengaspalan Desa Candiwulan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Jawa Tengah, diduga para tersangka dengan sengaja mengurangi volume aspal dalam proyek ini.

“Para tersangka merugikan negara sebesar Rp307.162.150,” tandasnya.

Dia menerangkan, para tersangka dijerat Pasal 2, 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 yang dirubah dan ditambah dengan UURI Nomor 20, tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Junto Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUH Pidana.

"Pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun. Untuk dendanya paling banyak Rp1 Miliar,” ujarnya.

Kapolres Kebumen juga meminta Kepala Desa menggunakan Dana Desa ataupun Alokasi Dana Desa (ADD/DAD) agar sesuai peraturan.

"Jika masih belum memahami, kepala desa bisa menanyakan kepada pendamping ataupun Kepolisian serta Kejaksaan mengenai penggunaan Dana Desa yang sesuai peraturan," imbuhnya.

Diketahui, dana desa adalah program pemerintah yang menyalurkan dana langsung ke desa. Program ini telah berjalan sejak tahun 2015 dengan memberikan total anggaran ke desa Rp20,8 Triliun, tahun 2016 Rp46,9 Triliun, tahun 2017 Rp60 Triliun, dan tahun 2018 Rp60 Triliun.


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
06-09-2018 08:00