Main Menu

Bandara Lombok Ganti Jadi Nama Pahlawan, Masyarakat Lombok Tengah Protes

Birny Birdieni
06-09-2018 20:03

Bandara Lombok (GATRA/Hernawadi/yus4)

Mataram, Gatra.com- Terbitnya Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KP 1421 tahun 2018, tentang penetapan nama Bandar Udara Internasional Lombok menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid mendapat respon negatif dari masyarakat setempat.

 

Elemen masyarakat Lombok Tengah (loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB) menolak nama tersebut. Demikian juga apa yang diutarakan oleh Bupati Lombok Tengah, Suhaili yang menilai perubahan sepihak itu dinilai melecehkan masyarakat Lombok Tengah.
“Perubahan nama bandara ini dilakukan secara sepihak. Karena itu secara pribadi dan masyarakat Lombok Tengah tidak setuju atas perubahan nama tersebut,” kata Suhaili di Lombok Tengah, Kamis (6/9).

Menurut dia, mekanisme dan proses perubahan nama bandara itu dinilai tidak pro masyarakat. Malah terkesan dipaksakan. Yakni tanpa komunikasi maupun sosialisasi sebelumnya.

“Justru saya melihat Pemprov NTB sendiri tidak pernah sosialisasi, apalagi komunikasi dengan Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat maupun pihak lainya yang telah berjuang dalam pembangunan bandara tersebut,” jelas Ketua DPD 1 Partai Golkar NTB tersebut.

Suhaili menegaskan, keputusan Menteri tersebut tidak menghargai perjuangan masyarakat Lombok Tengah dalam proses pembebasan lahan agar Bandara itu berdiri. Masyarakat Lombok Tengah sudah rela tanahnya dibebaskan.

Sebagai bentuk penolakan, Suhaili mengatakan kalau Pemerintah Daerah Lombok Tengah akan bersurat kepada Presiden Joko Widodo. Karena proses pergantian nama bandara itu tidak pernah ada komunikasi dengan Pemerintah Daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Bayu Windiya menjelaskan jika proses pengusulan sudah sesuai prosedur dan melibatkan elemen masyarakat.

“Usulan tersebut kan merupakan lanjutan usulan pahlawan nasional. Mestinya masyarakat harus bangga bandara dinamakan pahlawan," pungkasnya.



Reporter: Hernawardi
Editor: Birny Birdieni

Birny Birdieni
06-09-2018 20:03