Main Menu

Relawan dan Warga Jatuh Bangun Pasang Saluran Air dari Gunung Rinjani

Hidayat Adhiningrat P.
06-09-2018 21:55

Gunung Rinjani (antaranews/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Relawan dari Yayasan Palawa Indonesia (YPI), Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama warga, jatuh bangun memasang 1,2 kilometer pipa untuk mendapatkan air dari sumber di kaki Gunung Rinjani tepatnya di Dusun Senaru, Lombok Utara pascagempa tektonik 6,9 Skala Richter (SR).

 

"Kami bersama warga membutuhkan waktu selama dua hari memasang pipa dari sumber air yang berada di jalur pendakian ke Gunung Rinjani di Senaru," kata relawan YPI yang juga anggota Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam (PMPA) Palawa Universitas Padjadjaran, Alif Sutamanggala dilansir dari Antara, Kamis (6/9) malam.

Relawan bersama warga sebelumnya harus mengecek terlebih dahulu kondisi sumber airnya yang berjarak sekitar 2 kilometer dari pintu gerbang pendakian Gunung Rinjani atau tepatnya di dekat jalur pendakian. Dengan melewati medan yang lumayan berat, mereka memasang batang demi batang pipa air.

Saat dicek kondisi sumber airnya yang berbentuk penampungan masih bagus, kemudian dijadikan sebagai sumber alternatif setelah sumber utama yang ada di dekat tebing, tertimbun longsoran.

"Secara keseluruhan jaraknya sekitar 2 kilometer dari sumber air menuju desa terdekat. Tapi kami mengambil dari tengah-tengahnya 1,2 kilometer," katanya.

Selama ini, sumber air itu tidak dipakai dan pasca gempa juga warga tidak berpikiran menggunakannya.

"Tapi setelah dicek kondisinya, setidaknya bisa 30 persen memenuhi kebutuhan dusun Senaru, minimal untuk air minum," katanya.

Pasca gempa 6,9 SR, warga Dusun Senaru memang kesulitan untuk mendapatkan air. Hingga mereka hanya mengandalkan bantuan dari PDAM atau bagi yang memiliki uang membeli air. Harga satu tangkinya sekitar Rp100 ribu.

"Hasilnya air yang diambil dari sumbernya, ditampung di kampung adat di pintu gerbang pendakian Senaru, rencananya nanti akan disambung lagi ke masjid. Setidaknya upaya kami (relawan) bersama warga terbayar sudah, persoalan air bisa diatasi meski tidak maksimal," ujarnya.


Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
06-09-2018 21:55