Main Menu

Istighosah dan Cap Darah Ramaikan Protes Pergantian Nama Bandara Lombok

Birny Birdieni
07-09-2018 18:44

Istigoshah Penolakan Nama Bandara Internasional Lombok. (GATRA/Hernawardi/yus4)

Mataram, Gatra.com- Sebagai bentuk keseriusan atas sikap penolakan penggantian nama Bandara Internasional Lombok menjadi Bandara Zainudin Abdul Majid Internasional Airport, warga Kabupaten Lombok Tengah melakukan shalat istighosah bersama di depan Hotel D’Praya Penujak, Lombok Tengah Jumat (7/9).

 

Istighosah ini dipimpin langsung oleh Bupati Lombok tengah, H. Suhaili FT. Bersamaan dengan itu, Bupati sekaligus pejabat Pemda Lombok Tengah dan tokoh masyarakat lainnya juga membubuhkan cap tanda tangan darah di atas spanduk raksasa.

Dalam pantauan Gatra.com, setidaknya ada 15 pejabat dan tokoh masyarakat yang ikut membubuhkan tandatangan tersebut. Sedangkan masyarakat yang ikut dalam shalat tersebut mencapai 1.500 orang.

“Kami tak ikhlas dan tidak rela nama bandara di ganti. Saya akan pasang badan dan saya siap mengundurkan diri bahkan dipecat sekalipun menjadi bupati bila nama bandara tetap di ganti,” tegas Suhaili.

Pada bagian lain senator asal NTB Baiq Ratu Diah Ganefi justru mengaku syukur atas pengakuan pemerintah pusat akan pemberian gelar pahlawan nasional kepada TGH. Zainudin Abdul Majid (ZAM) yang kemudian diabadikan menjadi nama Bandara Internasional Lombok menjadi Zainudin Abdul Majid Internasional Airport (ZAMIA).

“Saya kira nama tersebut sebagai bentuk penghormatan Negara dan sudah semestinya Pemda khususnya lebih menjaga dan mensosialisasikan gelar pahlawan tersebut menjadi nama Bandara,” ujarnya.

Terkait polemik yang muncul, Ratu berharap semua pihak dalam hal ini tetap berpikir jernih dalam bersikap. "Saling menghargai dan menghormati tentunya akan menjadi solusi bijak dalam menyelesaikan permasalahan tersebut,” tutupnya.


Reporter: Hernawardi
Editor: Birny Birdieni

 

Birny Birdieni
07-09-2018 18:44