Main Menu

Lanjutkan Pengusutan Korupsi P2SEM, Kejati Jatim Segera Periksa 100 Eks DPRD

Mukhlison Sri Widodo
08-09-2018 22:27

Ilustrasi - KejaksaanTinggi Jawa Timur (Dok. Humas Kejati/FT02)

Surabaya, Gatra.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur terus mengusut skandal mega korupsi dana hibah Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM). Bahkan, seluruh (100 orang) anggota DPRD Jatim periode 2004-2009 akan segera dipanggil untuk diperiksa.

“Masih berjalan. Bila perlu semua anggota dewan (periode 2004-2019) kita undang (untuk diperiksa)," kata Kepala Kejati Jatim Sunarta, di kantornya Jalan A Yani Surabaya, Jumat (7/9).

Penegasan Sunarta ini guna menepis, sekaligus menjawab tudingan sejumlah pihak bahwa Kejati tak serius menuntaskan kasus korupsi yang merugikan ratusan miliar uang negara tersebut.

Seperti diketahui, P2SEM adalah program bantuan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2008 lalu senilai lebih dari Rp200 miliar. 

Dana hibah itu mengalir ke ratusan kelompok masyarakat yang mengajukan proposal dengan syarat ada rekomendasi anggota DPRD Jatim.

Dalam pelaksanaannya, terjadi banyak penyelewengan. Kasus ini pun cukup menggemparkan publik Jatim sejak awal 2009 lalu.

Kejati Jatim mengusut kasus ini sejak 2009, dan sudah banyak yang dihukum, termasuk Ketua DPRD Jatim saat itu, (alm.) Fathorrasjid. 

Kasus ini kembali diusut setelah saksi kunci, dokter Bagoes Soetjipto, ditangkap di Malaysia pada Desember 2017 lalu. Dokter Bagoes buron sejak ditetapkan tersangka pada 2010. Kini, dia mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo.

Tudingan ketakseriusan itu muncul setelah Kejati memeriksa sekira 20 orang saksi, termasuk 13 anggota DPRD Jatim periode 2004-2009, pada 1-9 Agustus lalu, namun hingga kini Kejati tak kunjung menetapkan tersangka baru.

Sunarta menegaskan, penyidik tidak bisa begitu saja menetapkan tersangka hanya berdasarkan keterangan satu saksi, Dokter Bagoes, meski terpidana kasus P2SEM tersebut merupakan saksi kunci.

Diakui Sunarta, pemanggilan dan pemeriksaan terhadap 13 anggota DPRD Jatim 2004-2009, beberapa waktu lalu itu berdasarkan nama-nama yang keluar dari bibir dokter Bagoes.

Menurut Sunarta, penyidik masih memerlukan keterangan dari saksi lain, untuk mencocokkan sekaligus menguatkan adanya unsur pidana sekaligus tersangkanya.

Bila perlu, lanjut Sunarto, sebanyak 13 anggota DPRD Jatim 2004-2009 yang sudah diperiksa itu akan diperiksa lagi. “Tapi sekarang yang belum dulu, siapa tahu dari mereka bisa dikorek,” tegasnya.

Guna penuntasan kasus ini, selain keterangan saksi, Kejati juga masih mengkaji dokumen P2SEM guna mencocokkan dengan keterangan saksi, termasuk dokumen yang pernah diserahkan Ketua DPRD Jatim periode 2004-2009, almarhum Fathorrasjid.

“Penyidik juga meminta bantuan institusi perbankan untuk mengetahui kemana saja dana P2SEM mengalir,” tandasnya.

Saat acara perpisahan jabatan Kepala Kejati Jatim pada Maret lalu, Maruli Hutagalung, menyampaikan bahwa kasus P2SEM sudah dinaikkan dari tingkat penyelidikan ke penyidikan tetapi belum ada tersangkanya. 

Artinya, bukti permulaan adanya unsur pidana sudah ditemukan. Tinggal mencari siapa yang mesti bertanggung jawab.


Reporter: Abdul Hady JM
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
08-09-2018 22:27