Main Menu

Seorang Guru Hilang Bersama Teman Facebook, Begini Kronologinya

Hidayat Adhiningrat P.
09-09-2018 09:54

Rahmawati Nur Aziz.(Ist/re1))

Purwokerto, Gatra.com – Seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Negeri Kalipetung Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah hilang sejak Sabtu pekan lalu. Sang guru, Rahmawati Nur Aziz (23 th), diduga raib bersama dengan teman lelaki yang dikenalnya lewat Facebook.

 

Hingga saat ini, keberadaan guru wanita ini belum diketahui. Peristiwa hilangnya guru wanita ini pun sudah dilaporkan oleh keluarga dan sekolah kepada kepolisian sektor Wangon.

Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Purwadi Santosa membenarkan kejadian ini. Ia mengaku langsung memperoleh laporan dari UPK Wangon.

Dalam laporan singkat tentang hilangnya Rahmawati, disebut bahwa sekitar pukul 12.00 WIB, Rahmawati meminta izin kepada kepala sekolah untuk sebuah keperluan. Lantas, ia pun berpamitan kepada salah satu guru dan berkata akan pergi ke Purwokerto.

Dia menjelaskan, peristiwa hilangnya Rahmawati ini pun sudah dilaporkan kepada kepolisian. Namun ia mengaku belum memperoleh laporan perkembangan pencariannya.

“UPK, kepala sekolah dan guru guru SDN Kalipetung berkunjung ke rumah korban,” kata Purwadi saat dihubungi Gatra.com, Jumat (7/9).

Berdasar keterangan keluarga, diduga kuat Rahmawati pergi dengan teman lelaki yang dikenalnya lewat Facebook bernama Bagus. Diduga Bagus menggunakan cara tak wajar (hipnotis) untuk memengaruhi Rahmawati.

“Betul. Istilahnya terbawa lah,” ujarnya.

Dia pun membenarkan bahwa sebelum menghilang Rahmawati sempat mentransfer uang sekitar Rp7 juta kepada Bagus. Bagus pun sempat bertandang ke rumah dan bertemu dengan orang tua Rahmawati.

Namun, Purwadi menepis informasi bahwa Rahmawati menggelapkan uang sekolah. Dia menyebut uang yang ditransfer Rahmawati berasal dari uang pribadi atau lainnya.

Dia mengungkapkan, kalau pun Rahmawati sempat menggunakan uang sekolah, maka jumlahnya tak banyak. Sebab, ia bukanlah bendahara. Ia hanya membantu tugas bendahara sekolah.

“Bukan uang sekolah. Tidak ada laporan soal itu. Mungkin ya ada yang dipakai, mungkin. Tapi tidak banyak,” ungkapnya.

Mempertimbangkan kejadian ini, Purwadi berharap peristiwa hilangnya Rahmawati bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat, agar menggunakan media sosial secara bijak. Ia juga meminta agar warga tak serta-merta percaya kepada orang yang baru dikenal.

Hingga kini, kepolisian belum memberikan keterangan terkait upaya pencarian guru asal Desa Cikakak Kecamatan Wangon, Banyumas ini.


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
09-09-2018 09:54