Main Menu

Sebanyak 103 Pengungsi 10 Desa di Lombok Barat Terserang Malaria

Birny Birdieni
09-09-2018 18:59

Pengungsi di Lombok Barat terserang malaria. (GATRA/Hernawardi/re1)

Mataram, Gatra.com- Sebanyak 103 pengungsi di 10 desa terdampak gempa di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) terserang wabah malaria. Semula temuan Dinas Kesehatan Lombok Barat hanya ada dua desa yang warganya terjangkit malaria, yakni Desa Bukit Tinggi dan Desa Mekar Sari.

Dari jumlah penderita itu, lima diantaranya dirawat inap di Puskesmas karena harus menjalani perawatan intensif. “Pengungsi gempa yang terjangkit malaria di Kabupaten Lombok Barat, semakin meluas," kata Kepala Dinas Kesehatan Lobar, H. Rahman Sahnan Putra di Lombok Barat, Sabtu (9/9).

Temuan tersebut berdasarkan pemeriksaan kepada 1.500 orang pengungsi yang diperiksa darahnya. Menurut Rahman, Malaria ini juga telah menjangkiti anak anak dan perempuan hamil. "Ini kondisi yang harus ditangani secara serius,“ ia menegaskan.

Saat ini, lanjut Rahman, penanganan sudah dilakukan dengan pemberian obat malaria. Juga harus menjaga kebersihan lingkungan meskipun di tenda pengungsian.

Rahman menambahkan, warga yang terjangkit malaria sementara ini tengah berada di tenda-tenda pengungsian. Pasalnya mereka tak bisa dirujuk di Puskesmas yang rusak berat akibat gempa.

Salah satu jalan keluarnya kara Rahman yakni dengan merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tripat Lombok Barat Gerung yang jarak tempuhnya 25 kilometer dari areal pengungsian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat yang mengetahui hal ini baru mampu mensuplai bantuan 135 kelambu.

Dinas Kesehatan Lombok Barat sendiri menyebutkan, ideal kebutuhan kelambu sendiri mencapai 10 ribuan kelambu bagi para pengungsi.

“Kita juga minta pihak Puskesmas maupun instansi terkait yang peduli agar bisa melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” kata Rahman.


Reporter: Hernawardi
Editor: Birny Birdieni

Birny Birdieni
09-09-2018 18:59