Main Menu

Universitas Muhammadiyah Mataram Bebaskan SPP Mahasiswa Korban Gempa

Birny Birdieni
09-09-2018 19:18

Arsyad Gani Rektor Unversitas Muhammadiyah Mataram. (GATRA/Hernawardi/re1)

Artikel Terkait

Mataram, Gatra.com- Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) membebaskan kewajiban membayar Sumbangan Penunjang Pendidikan (SPP) bagi mahasiswanya yang terkena dampak gempa bumi beruntun di Lombok yang menimbulkan hingga 548 jiwa korban meninggal dunia dan 83.392 unit rumah mengalami kerusakan. 

Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, H. Arsyad Gani menhatakan, kondisi masyarakat yang tertimpa gempa Lombok, termasuk di dalamnya para mahasiswa Ummat tentu sangat memperihatinkan. Mereka perlu mendapatkan perhatian khusus.

“Berdasarkan kondisi tersebut kita mengambil langkah cepat dan strategis dengan membentuk konsorsium Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-NTB untuk mengajak PTS di NTB secara kolektif memberikan bantuan pendidikan berupa pembebesan kewajiban pembayaran SPP satu semester bagi mahasiswa baru terkena dampak gempa,” kata Arsyad Gani di Mataram, Sabtu (9/9) usai wisuda Strata 1 Universitas Muhammadiyah Mataram.

Arsyad Gani yang juga Wakil Ketua Bidang Pembinaan PASI NTB ini juga menyatakan pembebasan pembayaran SPP terdampak gempa ini diperuntukkan bagi mahasiswa lama. Sementara bagi mahasiswa baru dibebaskan dari kewajiban persyaratan daftar ulang kecuali menyerahkan ijazah dan KTP.

Kebijakan ini diambil menurut Arsyad sekaligus menepis rumor yang beredar di media sosial bahwa Universitas Muhammadiyah Mataram tidak akan mewisudakan mahasiswa asal Lombok Utara maupun Lombok Barat karena belum melunasi pembayaran SPP.

“Berita ini tentu tidak benar dan sangat meresahkan,” jelas Arsyad didamping Dekan Fakultas Pertanian Asmawati. Ia juga menjelaskan, wisuda kali ini merupakan wisuda terbesar dari pelaksanaan serupa tahun-tahun sebelumnya.

Ada sebanyak 1.027 wisudawan berasal dari program D III dan program Sarjana. Dari jumlah wisudawan tersebut sebanyak 198 wisudawan berpredikat cumlaude dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif 3,27. 

Peraih IPK tertinggi adalah Nur Anisa Istiqoomah dari Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian dengan IPK 3, 94. “Bahkan wisuda kali ini melahirkan wisudawan tercepat dengan waktu tempuh kuliah hanya 3,5 tahun atas nama Indra Lesnorowi asal Fakultas pertanian,” pungkas Asmawati menambahkan.


Reporter: Hernawardi
Editor: Birny Birdieni

Birny Birdieni
09-09-2018 19:18