Main Menu

Polemik di Pasar Turi Jadi Trending Topic, Siapa Peduli?

Mukhlison Sri Widodo
10-09-2018 12:06

Ilustrasi (GATRA/FT02)

Surabaya, Gatra.com - Persoalan berlarut Pasar Turi Surabaya, yang tak kunjung selesai mendapat sorotan warganet. Hastag #SavePasarTuri pada Ahad (9/9) lalu, jadi trending topic di media sosial twitter.Bahkan, kata dengan tanda pagar Pasar Turi ini sempat mengalahkan hastag #TorchRelayAsianParaGames2018 dan #HariOlahragaNasional

 

Dilihat dari kicauannya, warganet menyoroti polemik sepinya pengunjung Pasar Turi sejak dibuka 3 tahun lalu. Pengelola telah melakukan serah terima kunci toko, namun pengunjung tak pernah datang.

Warganet menyebut penyebab sepinya Pasar Turi karena polemik berkepanjangan antara pengembang dan Pemkot Surabaya. Padahal kios-kios sudah terisi. Seperti disampaikan akun @radityadhikan.

Bahkan akun @RimaSeptianis menyebut, sepinya Pasar Turi karena tidak adanya keinginan Pemkot untuk kembali menghidupkan Pasar Turi ini.

"Tanda belum ada kemauan Pemkot memasksimalkan Pasar Turi Baru." tulisnya.

Ramainya perbincangan Pasar Turi mendapat tanggapan dari akun @masfiadiana. Diakuinya, isu itu telah mengingatkannya pada masa setahun lalu dimana ia sedang menyelesaikan tugas akhir di kampus. 

Skripsinya mengambil objek penelitian Pasar Turi. Ia menyorot tentang kondisi pasar turi yang konon melegenda tetapi kemudian mati suri.

Diketahui, dari akun @Hilal_ramadlan; para pedagang Pasar Turi Surabaya berharap agar semua pihak terkait segera menuntaskan persoalan khususnya solusi atas revitalisasi pasar. 

Pasalnya, sudah bertahun-tahun pedangang dirugikan dan menjadi korban dari konflik dan proses yang berlarut-larut.

“Sampai sekarang pedagang belum mendapatkan sertifikat. Izin operasional dari Pemkot Surabaya belum keluar,” kata Hilal dalam tweetnya.

Ia mengaku sangat resah dengan keadaan sekarang lantaran nasibnya seolah dibiarkan menggantung. Keresahan itu semakin menjadi-jadi setelah melihat pengunjung dan pembeli pasca pembangunan gedung baru tak seramai sebelumnya.

“Ya bayangkan saja ini ada yang mengisi stan di dalam, tapi ada juga yang tetap bertahan di TPS (Tempat Penampungan Sementara) padahal gedungnya sudah selesai dibangun,” ujarnya.

Ia menyayangkan sikap Pemkot dan pengembang yang tidak mau duduk bersama menyelesaikan kasus ini.

Ia berharap semua bisa berkepala dingin selesaikan kasus Pasar Turi, karena yang menjadi korban adalah masyarakat umum dan pedagang Pasar Turi yang merupakan rakyat kecil.

"Kepada siapa lagi kami mengadu, kepada siapa lagi kami mengeluh, Pemkot jangan tutup mata," terangnya.


Reporter: Abdul Hady JM
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
10-09-2018 12:06