Main Menu

Trend Impor Sumsel Lebih Tinggi Dibanding Ekspor Medio 2018

Iwan Sutiawan
10-09-2018 14:04

Ilustrasi.(Shutterstock/re1)

Palembang, Gatra.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat peningkatan impor lebih tinggi ketimbang ekspor pada medio tahun 2018. Pada Juli 2018, nilai impor Sumsel sebesar US$ 54,72 juta, atau naik sekitar 68,12%, sementara dari sisi ekspor Sumsel hanya naik 22,56% di bulan yang sama.

 

BPS Sumsel juga mencatat, impor minyak dan gas (migas) lebih kecil dibandingkan impor nonmigas. Untuk impor migas nilainya US$ 2,62 juta. Sedangkan nonmigas US$ 52,10 juta.

Kepala BPS Sumsel, Endang Tri Wahyudi mengatakan, jika peningkatan pertumbuhan impor lebih tinggi dari ekspor harus juga menjadi perhatian. Apalagi Sumsel termasuk provinsi yang sangat kaya akan sumber daya alam. Kekayaan tersebut hendaknya menjadi nilai potensial ekspor yang kemudian mampu meningkatkan daya saing Sumsel.

"Jika pertumbuhan impor naik setidaknya sebanding atau senilai dengan ekspornya. Hal ini akan menyebabkan necara perdagangan Sumse lebih stabil," ujarnya di Palembang, Senin (10/9).

Niai impor Sumsel pada bulan Juli naik sebesar 68,12% dibandingkan Juni disebabkan meningkatnya impor nonmigas sebesar 61,37% dan impor migas naik sebesar 909,85%. Sementara impor Sumsel selama periode Januari-Juli sebesar US$553,51 juta yang terdiri dari impor migas sebesar US$17,23 juta dan non migas sebesar US$536,28 juta. Naiknya impor pada periode ini disebabkan peningkatan impor nonmigas sebesar 145,2 % dan impor komoditi migas meningkat sebesar 10,97 %.

"Untuk impor migas terdiri atas minyak mentah, hasil minyak dan gas. Nilai impor migas dan non migas Sumsel hampir sama. Jika Juli 2018, impor nonmigas 61,37%, sedangkan impor migas 68,12%," ujarnya.

Untuk impor nonmigas, komoditinya berasal dari mesin atau peralatan listrik, pupuk, bahan dari batu, gips dan semen, termasuk produk keramik. Selain itu, komoditi impor juga berasal dari besi dan baja, garam, belerang dan kapur. Dalam rentang Januari-Juli, impor tertinggi berasal dari mesin atau pesawat mekanik yang menyumbang hingga 59,82%, lalu pupuk sebesar 10,89%, dan peralatan listrik 6,87%.

Adapun impor tertinggi berasal dari negara Italia, Tiongkok, dan Amerika Serikat (AS). Untuk Italia, menyumbang impor bagi Sumsel mencapai US$133,78 juta, sedangkan Sumsel mengimpor sebesar US$32,99 juta dari Tiongkok dan dari AS mencapai US$67,21 juta.

Selain ketiga negara tersebut, Sumsel juga mengimpor dari negara Malaysia, Singapura, Vietnam, Jerman, Korea Selatan, Jepang, Rusia, Hongkong, dan Australia. Selain negara yang menjadi tujuan impor, adapun pelabuhan bongkar barang-barang impor Sumsel di antaranya Boom Baru, Bandara SMB II Palembang dan Dermaga Plaju.

"Adapun jenis barang impor, Sumsel lebih tinggi mengimpor bahan baku, ketimbang barang konsumsi, dan barang modal," kata Endang.


Reporter: Tasmalinda
Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
10-09-2018 14:04